Super Junior Myeolchi ^^

Super Junior Myeolchi ^^
My Beloved Myeolchi ^^

Senin, 25 Juni 2012

Ryeowook Saengil ^^

Author: Kim JaeYi
Cast:
1. Kim JaeYi ~> Tunangan Eunhyuk/Mantan artis manager SJ
2. Kim HyoRie ~> Yeojachingu Kyuhyun/Mantan artis manager SJ
3. Jung Seorim (OC) ~> Yeojachingu Donghae
4. All SJ Member
**
NB: Mian, readersdeul. FF ini telat postnya. Gara-gara sibuk skripsi, terus masa liburan sekolah juga udah kelar, jadinya ffnya telat juga. Hehehe.
FF ini masih ada hubungannya dengan FF-FF special member saengil. Cuma, aku belum sempet aja merapikan versi panjangnya. Jadi kalo sedikit gak nyambung, mianhae *bow*
Ah, jangan kaget ya kalau nemu typo bertebaran. Hehehe ^^V
Happy Reading…. ^_^
Prolog:
Donghae mengenalkan yeojachingunya yang bernama Jung Seorim. Namun, hampir semua member, gak suka dengan hubungan Donghae dan Seorim. Member kerap kali bertengkar dengan Donghae karena masalah Seorim. Orang yang paling gak suka dengan hubungan Donghae-Seorim adalah Hyorie. Sejak awal, Hyorie sudah merasa kalau Seorim itu bukan yeoja baik-baik. Dan saat Hyorie mengatakan ke Donghae kalau dia memergoki Seorim beemesraan dengan namja lain, Donghae malah tidak percaya. Padahal sebelumnya, Donghae sangat menyayangi Hyorie dan sudah menganggap Hyorie dongsaengnya sendiri.
**

Seoul, 18 Juni 2012
19.00
-Jaeyi POV-
Hari ini semua member menjalani jadwal mereka masing-masing. Aku ikut Hyukkie oppa dan Shindong oppa ke KBS untuk mensupport Wookie oppa yang ikut Immortal Song. Sedangkan Hyorie ikut sama Kyu, Teukie oppa, Yesung oppa dan Sungmin oppa ke press conference I AM. Hae oppa lagi syuting, begitu juga Siwon oppa. Kangin oppa, Hangeng ge, Zhoumi ge dan Mochi, ada di dorm.
Setelah kejadian saat syuting MV  untuk 6jib beberapa hari yang lalu(ngarang deh), keadaan di dorm ataupun di tempat lain, kalau ada Hyorie n Hae oppa, pasti jadi hening. Sepasang oppa-dongsaeng (?) itu berlagak ga saling kenal.
*flashback*
Saat aku, hyorie dan oppadeul sedang berada di ruang make up untuk foto session 6jib, tiba-tiba seorim datang dan mengaku diberi tahu hae oppa soal jadwal suju hari ini. Aneh banget? hae oppa gak mungkin ngasih tau orang luar tentang lokasi pemotretan kecuali atas ijin member, aku dan juga hyorie. Lebih aneh lagi, seorim minta hyorie untuk menemaninya ke toilet. Awalnya aku ingin mengikuti mereka, tapi hyukkie oppa gak kasih ijin. Sampai akhirnya, hae oppa lah yang bingung karena kedua yeoja itu sudah terlalu lama ijin ke toilet. Hae oppa pun mencari hyorie dan seorim. Oppadeul yang lain, menyusul hae oppa untuk mencari hyorie. Sayangnya aku gak bisa ikut karena PM oppa minta bantuanku untuk memilih foto yang bagus untuk teaser oppadeul.
Entah apa yang terjadi, sekembalinya oppadeul dari mencari hyorie (ini bahasa apa siy?), keadaan jadi hening. aku yang penasaran mencoba mencari tau ke hyuk oppa. Tapi, belum sempat hyuk oppa menjawab pertanyaanku, hyorie minta ijin pulang. Dia bilang dia ingin sendiri. Aku yang takut dia kenapa-kenapa, langsung minta ijin ke hyuk oppa untuk menyusul hyorie. Begitu di hyukkie oppa mengijinkanku, aku pun langsung menyusul hyorie. Aku yakin, hyorie pasti ke dorm. Karena apartemennya sudah di jual.
Dugaanku tepat. Hyorie memang ada di dorm dan sedang menyendiri di balkon. Kegiatan favoritnya kalau lagi ingin sendiri. Aku mencoba mencari tau apa yang sebenarnya terjadi tadi. Dan hasilnya? Hyorie bilang kalau dia melihat seorim di konabeans bersama seorang namja. Dia sudah berusaha memberi tahu hae oppa, namun diacuhkan. Hyorie pun memberanikan diri menegur seorim. Tapi yang terjadi, justru seorimlah yang menghina dan memojokkan hyorie. Hyorie yang tidak terima dengan kata-kata seorim, reflek menampar yeoja menyebalkan itu. Sayangnya, hal itu dilihat oleh hae oppa. Dan yang lebih mengagetkan lagi, hae oppa justru lebih percaya pada seorim daripada hyorie yang notabene(?) adalah dongsaengnya sendiri.
*flashback off*
"Sayang? Kok ngelamun? Oppa panggil dari tadi malah diem aja," suara hyukkie oppa mengagetkanku.
'Ah oppa, mianhae. aku gak tau oppa udah pulang,' sahutku pelan.
"Wae gurae aegi ya? Gwenchana?" tanya hyukkie oppa khawatir, sambil duduk di sampingku. Ah ya, aku sedang duduk di balkon sambil melihat bintang.
'Aniyo oppa, gwenchanayo. Cuma kepikiran hae oppa sama hyorie,' jawabku lagi sambil tersenyum, berharap hyukkie oppa gak khawatir lagi.
"Hae sama hyorie? Memangnya kenapa?" tanya hyukkie oppa lagi.
'Mollayo oppa. Aku cuma merasa ada yang beda dari hubungan mereka. Bukan sesuatu yang bagus,' jawabku lemas sambil menoleh melihat keadaan di dalam dorm.
'Oppadeul, kemana semua oppa? Mereka sudah pulang semua kan?' tanyaku ke hyukkie oppa.
"Mungkin mereka sudah di kamar masing-masing. Masuk yuk, diluar makin dingin. nanti kamu masuk angin lagi," ajak hyukkie oppa padaku sambil mengulurkan tangannya. ku pun tersenyum dan menerima uluran tangannya.
'Kalau gitu oppa mandi dulu gih. Aku bikinkan coklat hangat buat oppa dan oppadeul,' ucapku yang dibalas dengan anggukan kepala oleh hyuk oppa.
Setelah mengecup keningku sekilas, hyukkie oppa pun masuk ke kamar dan aku langsung ke dapur untuk membuat coklat hangat.Sambil menunggu airnya panas, aku mengirim pesan ke oppadeul supaya mereka ke dapur dan mengambil coklat hangatnya sebelum tidur.
"Chingu ah~"

-Author POV-
"Chingu ah~" Jaeyi yang sedang sibuk membuat coklat hangat, langsung membalikkan badan mendengar panggilan itu.
"Eo? Hyorie? Waeyo?" tanya Jaeyi.
"Kita tidur di apartemen kita aja ya. Aku males disini," ucap hyorie.
"Mwo? Tapi nanti kyu gimana? Kamu sudah ijin sama dia?" tanya jaeyi lagi.
"Sudah kok, dia sudah ngijinin aku. Chingu ya, mau kan? Jebal," pinta hyorie.
"Ah, arraso. Tapi aku bilang dulu ya sama hyukkie oppa," jawab Jaeyi sambil menata gelas-gelas yang berisi coklat hangat itu di meja.
"Wah coklat~ Masigetta," seru kyumin begitu masuk ke dapur diikuti sama semua member.
Langsung saja, coklat hangat buatan Jaeyi laris manis, ludes di jamah(?) sama semua member. Jaeyi dan hyorie yang melihat kelakuan oppa mereka itu cuma bisa terkikik.
"Ah hyukkie oppa, aku boleh gak tidur di apartemen malam ini? Aku mau nemenin hyorie," tanya jaeyi meminta ijin.
"Ke apartemen kalian?" tanya hyuk balik.
"Ne hyung, ijinin jaeyi ya. Aku gak mau hyorie sendirian di apartemen," sahut kyu yang mendapat respon tatapan aneh dari jaeyi.
"Ya sudah, boleh," putus hyuk sambil tersenyum.
"Oppa gomawoyo~" seru JaeRie bersamaan sambil tersenyum senang.
"Kenapa harus tidur di apartemen saeng?" celetuk Wookie.
"Gak kenapa-kenapa sih oppa. Cuma aku lagi males aja ketemu sama seseorang disini," jwb Hyorie datar sambil melempar pandangan sinis ke arah orang yang dimaksudnya.
"Sudah-sudah, yuk ke apartemen. Sudah malam ini. Biar oppadeul istirahat," ajak Jaeyi sambil setengah menyeret Hyorie.
"Oppadeul, annyeonghi jumuseo... Jalja...." seru Jaeyi dan Hyorie sebelum menutup pintu dorm.


-Hyuk POV-
Hah, Jaeyi ke apartemennya sama Hyorie. Sepertinya Hyorie bener-bener sebel sama hae. Aigo~
Drrrrtttttt~
Eo,ada sms? Ah dari Jaeyi toh, :)

From: Nae Cheonsa :*
Oppa, minta tolong bereskan gelas-gelas tadi ya. Tadi aku gak sempat beresin. Takut hyorie kelepasan emosinya. Selesei beres-beres, oppa sama kyu kesini ya. Ada yang mau aku dan hyorie bicarakan sama kalian. Okey? Muuaaach~

Haha, beres-beres? Biar wookie aja deh yang beres-beres. :D
'Wookie ya, nanti tolong bereskan mejanya ya,' pintaku pada wookie.
"Sip, tenang aja hyung," jawab wookie santai.
'Gomawo. Ah, iya, aku mau keluar dulu ya sama kyu,' ucapku lagi.
"Keluar? Hyung mau kemana?" tanya wookie lagi.
"Mau ke apartemen Hyorie dan jaeyi," sahut kyu sebelum aku sempat menjawab.
"Ah arraso,' jawab wookie sambil mengangguk-anngukkan kepalanya.
'Nanti kasih tau memberdeul ya kalau mereka nyari kami,' pintaku pada wookie sambil menyusul kyu yang sudah ada di pintu dorm.
"Ne hyung," jawabnya.
Akupun hanya menyunggingkan senyum untuk ucapan terima kasihku sebelum menutup pintu.


-Hae POV-
Setelah Jaeyi dan Hyorie yang pamit ke apartemennya, sekarang hyuk sama kyu juga ke apartemen mereka. Tadi hyorie bilang kalau dia males disini. Pasti ini gara-gara aku. Aish~ kenapa jadi kayak gini? Apa hubunganku sama seorim sudah keterlaluan di mata mereka? Hhhh~
Jujur saja, aku merindukan dongsaengku, hyorie, yang ceria dan selalu manja  sama aku. Aku juga merindukan jaeyi. Aish~ aku harus bagaimana?
"Hae ya, wae gurae?" tegur yesung hyung padaku. Ah ternyata aku sudah melamun terlalu lama. Dan aku masih dalam keadaan berdiri di dekat ruang latihan.
'Gwenchana hyung,' jawabku pelan sambil duduk di sofa di depan tv. Ternyata hampir semua member ada disana.
"Ya, gotjimal. Kamu itu gak pintar berbohong hae ya. Ada apa?" selidik heechul hyung.
'Aniyo hyung, nan jeongmal gwenchana,' jawabku, masih berusaha menutupi perasaanku. Tapi aku masih sempat melempar senyum ke wookie waktu dia memberikan coklat hangat ke aku. Coklat buatan jaeyi.
"Hae ya, kamu sedang memikirkan hyorie dan jaeyi kan? Kangen sama kedua yeodongsaeng kita itu kan?" tanya sungmin hyung.
TAK!!!
Tepat sasaran. Aku cuma bisa terdiam menanggapi pertanyaan dari sungmin hyung.
'Aku ke kamar dulu. Aku mau istirahat. Jalja,' pamitku pada yang lain.
Aku butuh sendiri. Aku butuh menenangkan pikiranku. Tanpa menunggu jawaban dari memberdeul, aku langsung naik ke atas.

-Jaeyi POV-
Aku ada di apartemenku sekarang bersama hyorie, kyu dan hyukkie oppa. Ah, bukan apartemenku, tapi apartemen kami, aku dan hyorie. Karena apartemen kami yang letaknya di depan dorm ini di sewa sama sungmin dan siwon oppa untuk kami. Dan apartemen kami yang lama dijual karena terlalu jauh dari dorm.
"Hyorie ya, kenapa tidur disini sih?" tanya hyukkie oppa begitu dia sampai di apartemen.
"Malas di dorm oppa. Malas ketemu sama ikan. Lagi pula, aku pengen diskusi sama jaeyi. Mau bikin surprise party kecil-kecilan," jelas hyorie panjang lebar.
'Surprise party? Buat siapa chingu?' tanyaku bingung.
"Aish, pasti lupa deh. Chinguku sayang, ini kan bulan juni. Cuma satu orang aja yang ulang tahun di bulan ini," jawab hyorie lagi.
'Aish, jangan main tebak-tebakan. Aku lagi males nih. Nugu?' tanyaku lagi.
"Ah aku ingat. Wookie saengil," seru kyu tiba-tiba dan langsung mendapat hadiah jitakan dari hyorie.
"Ya! Cho Hyorie~" seru kyu lagi sambil mengusap-usap kepalanya.
"Panggil dia hyung, Mr. Cho," ucap hyorie sengit.

-Hyuk POV-
"Panggil dia hyung, Mr. Cho," ucap hyorie sengit setelah mendengar kyu yang dengan santainya menyebut nama wookie tanpa embel-embel(?) hyung.
Dasar magnae satu itu. Kebiasaan bener deh manggil hyung-hyungnya dengan nama tanpa tambahan 'hyung' dibelakangnya. Hahaha, benar-benar evil deh. :)
"Hahaha, makanya kyu, jangan sok evil itu. Kena jitak kan hasilnya," sahut jaeyi sambil menahan tawanya.
"Ish~" dengus kyu setelah mendengar kata-kata Jaeyi. Aku cuma bisa tersenyum melihat kelakuan mereka.
'Jadi gimana hyorie ah? Kamu punya ide apa?' tanyaku mencoba kembali ke tujuan awal(?).
"Eum, untuk awalnya, aku butuh jadwal kalian semua oppa. Biar gak bentrok dan gak jadi masalah sama kantor," jawab hyorie.
'Hm, kayaknya aku bisa bantu untuk jadwal. Tunggu sebentar, aku ambil ipadku dulu di dorm. Kalian diskusi awal dulu aja,' ucapku sambil berdiri.
'Sayang, ikut?' tanyaku pada jaeyi sebelum membuka pintu.
"Aniyo oppa, aku lagi males. Tapi aku butuh bantuan oppa untuk mengajak oppadeul kesini. Jadi kita bisa diskusi bersama sekalian sama mereka," jawab jaeyi.
"Ah benar juga. Oppa tolong ya, ajak oppadeul. Tapi jangan sampai wookie oppa tau," sambung hyorie.
'Eo, arraso. Tunggu ya," jawabku sambil keluar dari apartemen mereka.

-Teuk POV-
"Hyukjae ah, katanya lagi di apartemen jaeyi?" suara kangin membuatku menghentikan sebentar kegiatanku di dapur.
"Aku cuma mau ambil ipad hyung. Jaeyi sama hyorie butuh jadwal kita," Q dengar suara hyuk menjawab pertanyaan kangin.
Sesampainya di ruang tengah, aku hanya melihat member yang lain yang sedang santai.
'Eo? Hyukjae mana? Tadi aku dengar suaranya?' tanyaku.
"Ambil ipad katanya hyung. Mau ngasih jadwal kita ke jaeyi dan hyorie," jawab kangin tanpa mengalihkan tatapan matanya dari tv, sama seperti yang lain.
Baru saja aku mau kembali ke dapur meneruskan kegiatanku yang tertunda, tiba-tiba hyuk muncul.
"Eh hyung, hae, wookie sama sungmin hyung kemana?" tanyanya padaku begitu masuk ke ruang tengah dan bergabung dengan yang lainnya.
Ya memang saat ini yang ada di dorm cuma aku, Heechul, Yesung, Kangin, Shindong dan Kibummie. Sedangkan Siwon masih syuting di taiwan. Hangeng, Zhoumi dan Henry juga masih ada pekerjaan di beijing.
'Sungmin sama wookie kan lagi di sukira. Kalau hae, tadi sih dia pamitnya mau menenangkan diri. Dia ada di Handel & Gretel sekarang. Waeyo? tanyaku balik.
"Bagus kalau begitu. Kalian ikut aku ke apartemen jaeyi. Mereka gak mau kesini. Palli, mereka mau diskusi sesuatu sama kita semua," jawab hyuk sambil berdiri.
"Diskusi apa sih?" tanya Shindong.
"Mau bahas saengilnya wookie ya?" tanya Yesung.
Ah benar, beberapa hari lagi saengilnya wookie. Aish, kenapa aku bisa sampai lupa kayak gini sih? Babo leader -_- (dibakar angels)
"Sudah, nanti juga tau. Aku tunggu disana ya. Jangan lama-lama," seru hyuk sambil keluar dari dorm. Aigo anak itu~
Setelah hyuk menghilang, kami semua pun mulai bersiap-siap ke apartemen jaeyi dan hyorie. Ya meskipun apartemen mereka cuma di depan, tapi tetap saja, butuh sedikit persiapan. Takut kalau-kalau tiba-tiba ada ELF yang nongol(?). Kan gak lucu. Hahahaha... :D

-Yesung POV-
"Annyeong~" seru kami semua begitu sampai di apartemen kedua yeodongsaeng kami itu dan membuka pintunya.
"Ah, oppa ngagetin aja~" protes hyorie sambil mengerucutkan bibirnya.
Kami hanya tertawa melihat tingkahnya. Ya wajar sih kalau hyorie atau jaeyi jadi sebel. Kebiasaan kami memang rada ajaib. Mentang-mentang sidik jari kami ada di list password apartemen mereka, kami sering main nyelonong masuk. Gak peduli apapun yang mereka lakukan di dalam, yang penting kami bisa masuk. Hahaha~
"Serius amat sih? Sampai-sampai gak dengar suara password kebuka?" tanya teuk hyung yang sudah duduk di samping jaeyi diikuti yang lain. Aku memilih duduk di kursi meja makan.
"Jadi tanggal 20 benar-benar free ya? Gak ada jadwal lain selain sukira?" tanya jaeyi.
"Sepertinya sih begitu. Benar kan hyung? Tanggal 20 kita gak ada jadwal kan?" tanya hyuk sambil memandang kearah teuk hyung.
"Ne, gak ada. Cuma latihan aja pagi sampai siang. Setelah itu free kecuali sukira," jelas teuk hyung.
"Bagus. Jadi kami bisa fokus ke surprise buat wookie oppa. Sedangkan oppadeul, semua harus kerja sama buat bikin wookie oppa nangis. Otte?" usul hyorie.
'Memang, full planning kalian seperti apa?' tanyaku.

-Heechul POV-
"Memang full planning kalian seperti apa?" tanya yesung.
Ya aku cuma mau mendengarkan aja kali ini. Nanti aja lah kalau diperlukan, baru aku akan buka suara. Hehehehe~
"Nah itu dia oppa, kami juga masih bingung. Wookie oppa kan gak gampang kepancing emosinya cuma gara-gara masalah sepele. Otteyo? Kami juga perlu ide dari oppadeul," jawab hyorie.
Hm, ide buat ngerjain wookie ya? Sepertinya asyik juga. Ku lihat hampir semua member sibuk dengan pikirannya masing-masing. Mereka pasti sibuk mencari ide. Hm~
'Bagaimana kalau di bikin natural aja? Kita manfaatkan masalah yang ada. Tapi kita bikin besar masalah itu,' usulku sambil tersenyum evil.
"Maksud oppa?" tanya jaeyi dengan raut bingung.
'Begini lho dongsaengku sayang, kita.......(*skip rencana),' usulku lagi.
"Wah boleh juga tuh. Okey oppa, aku setuju," sahut jaeyi yang diikuti sama semua member.
"Tapi aku juga harus pastikan, semua member ada disini pada saat eksekusi(?). So, siapa yang menghubungi siwon oppa, zhoumi ge, hangeng ge, dan mochi?" tanya jaeyi.
'Aku yang hubungi hangeng,' ucapku.
"Aku urus zhoumi dan siwon. Aku juga akan minta zhoumi untuk ngurus henry," usul hyuk.
"Terus yang kasih tau sungmin oppa?" tanya hyorie.
"Dia aku yang urus chagi. Kamu tenang aja," jawab kyu.
"Bagus kalau begitu, semoga semua lancar. HWAITING!!!" seru jaeyi yang langsung diikuti sama semua member.
Hahaha, its show time. Mianhae wookie ah~ *evil smirk*

Seoul, 20 Juni 2012 23.00 KST
Dorm SJ
-Wookie POV-
Beberapa hari ini suasana gak enak banget. Sejak kejadian waktu syuting MV itu, keadaan gak juga membaik. Terutama sejak jaeyi dan hyorie lebih memilih tinggal di apartemen mereka dan jarang main ke dorm ataupun ikut kegiatan kami, semua jadi uring-uringan. Hyungdeul, bahkan kibummie, kyu dan henry jadi gak semangat menjalani jadwal mereka. Aku sih sudah pernah coba ngomong sama jaeyi dan hyorie supaya mereka ikut lagi kalau kami ada jadwal. Tapi mereka menolaknya dengan alasan yang sama, gak mau ketemu sama donghae hyung. Aigo ottokeh? Aku gak mau seperti ini terus.
'Hyung, ajak jaeyi sama hyorie kesini ya. Kita makan malam bersama hari ini,' pintaku pada hyuk hyung yang kebetulan ada di dapur.
"Aigo wookie, kamu kan tau sendiri mereka gak mau kesini kalau ada hae. Kamu mau mereka perang lagi?" sahut hyuk hyung.
Ya sih, resikonya besar kalau sampai yeodongsaengdeul kesini terus ketemu sama hae hyung. Pasti bakal ribut lagi. Apalagi hari ini hae hyung seharian di dorm karena gak ada jadwal. Hh~
"Kamu coba deh ajak mereka berdua kesini. Siapa tau mereka mau kalau kamu yang ajak," usul hyuk hyung.
'Ah, ne aku coba deh hyung. Aku minta tolong hyung kumpulin memberdeul ya. Aku telpon jaeyi dan hyorie dulu,'jawabku.
"Okey, serahin aja sama aku, Hahaha," sahut hyuk hyung dan langsung menuju kamar memberdeul.
Aku langsung mengambil hpku dan menekan nomor jaeyi.
Tuuuttt...... Tuuutttt......
JY: Yoboseyo oppa?
'Eo, saeng ah, sudah tidur kah?' tanyaku begitu jaeyi mengangkat telponku.
JY: Belum kok oppa. aku sama hyorie lagi nonton film. Waeyo?
'Kalian ke dorm dunk. Kita makan malam bareng. Kalian pasti belum makan kan? Oppa sudah masak banyak banget di tambah pesen juga dari konabeans. Mau ya?' bujukku.
JY: Kami memang belum makan sih oppa. Tapi, aku tanya hyorie dulu deh. Kalau dia mau, kami kesana. Tapi kalau gak, nanti aku kabari oppa lagi deh.
'Jebal saeng, usahakan ya. Oppa kangen banget sama kalian,' rayuku lagi.
JY; Aku usahakan ya oppa, Annyeong~
'Arraso. Annyeong~' ucapku sambil menutup sambungan telponku.
Setelah selesai menelpon, ku tata semua makanan di meja makan. Semoga saja mereka berdua mau dinner disini.

-Author POV-
"Uwah wookie ah, banyak banget makanannya. Ada acara apa nih?" tanya hangeng begitu melihat banyaknya makanan di meja makan.
Ya, hangeng, zhoumi, henry dan siwon, sudah sampai di dorm sejak pagi. Mereka sangat antusias dengan rencana jaeyi, hyorie dan member untuk meramaikan ulang tahun wookie.
"Oh, hehehe aku ngundang jaeyi sama hyorie untuk ikut makan malam sama kita semua disini. Makanya aku bikin banyak makanan," jawab wookie sambil tersenyum.
Member lain pun bereaksi sama seperti hangeng saat melihat banyaknya makanan.
"Wookie ah, bagaimana mereka? Mau ikut makan disini?" tanya hyuk.
"Mollayo hyung. Tadi jaeyi bilang, dia mau bicarakan dulu sama hyorie. Kalau hyorie mau, ya mereka kesini. Tapi jaeyi belum hubungi aku lagi," jelas wookie.
"Kamu yakin ngundang mereka kesini wookie?" tanya hae datar.
"Ne hyung, aku yakin. Ini kan hari ulang tahunku. Jadi aku ingin makan-makan bersama semuanya," ucap wookie lagi.
Drrttt...
"Ah, jaeyi sms," seru wookie sambil membaca pesan di hpnya itu.
"Otte? Mereka mau?" tanya teuk yang penasaran.
Wookie masih tetap membaca sms di hpnya itu, dengan raut wajah yang gak bisa di tebak. Seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Wookie ah," tegur yesung pelan.
Wookie cukup terkejut dengan panggilan yesung barusan.
"Ah, mianhae hyung, aku ngelamun. Habis baca sms jaeyi, aku baru ingat kalau masih ada beberapa hal yang aku lupakan untuk makan malam kali ini," ucap wookie dengan tatapan meminta maaf.
"Gwenchana. Terus, jaeyi dan hyorie bagaimana? Mereka mau?" tanya teuk lagi.
"Eum, jaeyi bilang, dia dan hyorie mau kesini asal gak ada seorim," jawab wookie.
"Well, kami juga gak mau kalau yeoja itu ada disini," celetuk kangin.
"Yeoja itu punya nama hyung. Namanya seorim," sahut hae sinis.
"Whatever~" respon kangin cuek.
Member yang lain cuma bisa geleng-geleng kepala melihat dan mendengar respon kangin yang secuek itu. Padahal, apa yang dilakukannya barusan, sudah cukup memancing emosi hae.
"Ish~, sudah-sudah. Hyungdeul bantu aku deh nyiapin peralatan untuk makan. Aku mau ke minimarket dulu. Mau beli cola buat jaeyi dan hyorie. Persediaan disini tinggal sedikit," lerai wookie sambil buru-buru mengambil jaket, dompet dan juga hpnya, lalu bergegas keluar dari dorm.
Tanpa disadari oleh wookie, sungmin mengikutinya dari belakang. Ikut keluar dari dorm guna memastikan kalau wookie benar-benar sudah turun. Begitu lift yang membawa(?) wookie bergerak turun, sungmin pun langsung bergegas kembali ke dorm untuk memberitahu member yang lain.
"Aman. Suruh mereka kesini hyuk. Kibummie, giliranmu juga sekarang," ucap sungmin.
Hyuk dan juga kyu langsung keluar dari dorm untuk menjemput yeoja mereka. Sementara kibum juga ikut keluar dorm dan menyusul wookie. Saat kyu, hyuk, kibum dan wookie keluar, member yang tersisa pun memberitahu hae tentang planning mereka malam ini.
"Hae ya, untuk kali ini, kita bertengkar bohongan. Kita bikin wookie nangis. Ikuti saja apa yang kami lakukan dan kami katakan. Bersikap senatural mungkin, okey?" ucap heechul pada hae.
"Ne hae ya. Lumayan kan, kita bisa sedikit melepas kangen ke kedua yeodongsaeng kita malam ini. Aku tau kamu merindukan mereka," tambah sungmin.
Hae terdiam, memikirkan tawaran dari hyungdeulnya itu.
"Ne, aku mengerti," sahut hae.

Cklek!
"Annyeong~" suara sapaan dari pintu, membuat semua member yang ada di ruang tengah langsung berhamburan(?) menyambut mereka.
"Wah dongsaengie, bogoshipo~" seru kangin sambil tersenyum lebar.
"Hahaha, nado appa. Ah oppadeul, bantuin kami dunk," sahut jaeyi.
"Ige mwoya?" tanya teuk sambil melihat barang-barang yang dibawa jaeyi, hyorie, serta kyu dan hyuk.
"Perlengkapan perang. Hehehe~" jawab hyorie yang sontak membuat semua member tertawa.
"Ya' palli. Keburu wookie datang," seru kyu yang langsung mendapatkan bonus death glare dari hyorie.
"Mr. Cho~" ucap hyorie dingin.
Kyu pun menyadari kalau dia, lagi-lagi, menyebut nama hyungnya tanpa sopan santun alias tanpa embel-embel hyung. Dia pun nyengir ke arah hyorie dengan tampang innocentnya.
"Hehehe, mian chagi. Wookie hyung maksudku tadi," koreksi kyu sambil cengengesan.
Akhirnya semua member pun mulai membereskan barang-barang itu, termasuk kue tart untuk wookie. Setelah selesai, mereka semua berkumpul di ruang tengah, yang sesuai kesepakatan, dijadikan TKP untuk mengeksekusi(?) wookie.
Drrrtttt....
Suara getaran hp mengalihkan perhatian member yang tengah bersiap-siap memasang(?) ekspresi marah.
"Ah, kibummie oppa sms. Katanya mereka sudah keluar dari minimarket. Its show time oppadeul," ucap jaeyi sambil tersenyum.
"Yeay, oppadeul fighting," seru hyorie penuh semangat.
"Okey, kita mulai dengan diem-dieman. Terus, hae oppa kasih celetukan yang sekiranya bisa bikin semuanya langsung tersulut emosinya. Otte?" usul jaeyi sambil memandang ke arah hae.
"Sip, hanya celetukan ringan kan? Beres~" jawab hae yang disambut senyum oleh jaeyi.
"Tapi aku punya satu syarat untuk bantu kalian," tambah hae.
"Syarat? Syarat apa?" tanya jaeyi sambil mengerutkan dahinya, bingung.
"Gak susah kok. Aku cuma minta salah satu dari kalian berdua, nemenin aku syuting besok dan jadi managerku. Aku sudah bilang sama manager hyung dan sudah di kasih ijin. Otte? Kalian tenang aja, aku pastiin seorim gak akan datang karena dia sekarang lagi ke italy," ucap hae.
"Yakin dia gak datang? Kalau dia gak datang, aku mau," jawab jaeyi.
Hae tersenyum mendengar jawaban dari jaeyi. Sedangkan hyorie, hanya diam saja tanpa punya keinginan untuk nimbrung dalam pembicaraan itu.
"Jaeyi ah, mereka datang," lapor yesung yang baru saja masuk ke ruang tengah.

-Wookie POV-
Hah, untung kibummie menyusulku ke minimarket. Kalau gak, aku pasti lupa beli soju dan susu strawbery. Ya meski jaeyi dan hyorie gak suka kalau kami minum soju di depan mereka, mungkin aja khusus untuk hari ini mereka kasih ijin. Hwehehehe~
"Kami datang~" seruku dan kibummie begitu kami masuk ke dorm.
Tapi kok, sepi ya? Hyungdeul dan dongsaengdeul ada di ruang tengah semua. Tapi kok pada diem-dieman? Aduh, ada apa ini?
"Ah wookie oppa, mana pesananku?" tanya jaeyi begitu melihatku sekaligus memecah keheningan.
'Ah itu ada di kantong plastik. Oppa belum sempat membereskannya saeng,' jawabku masih agak bingung.
"Kalau begitu, sini aku bantuin beres-beresnya. Aku sudah kelaparan. Hehehe~" ucapnya sambil menggamit lenganku menuju dapur.
Sesampainya di dapur, kami berdua membereskan belanjaan yang ku beli tadi dalam diam. Ya sebenarnya gak terlalu banyak sih. Cuma beberapa botol soju, beberapa botol cola dan susu. Hm, ada yang tidak beres. Jaeyi seperti gak fokus sama apa yang dilakukan. Padahal dia yang mengeluarkan soju dari kantong belanjaan. Tapi, kenapa dia gak berkomentar seperti biasanya?
'Dongsaeng ah, gwenchana?' tanyaku hati-hati, mencoba memastikan.
"Ne oppa, nan gwenchana," jawabnya lemas, lalu kembali diam.
"Oppa, ini titipan siapa sih sojunya? Kok banyak?" tanya jaeyi, akhirnya.
'Titipan memberdeul saeng. Gak apa-apa kan? Hari ini aja,' rayuku.
"Gak apa-apa sih. Asal gak boleh sampai mabuk. Kalau sampai ada yang mabuk, jangan harap aku ijinkan lagi. Arra?" ucap jaeyi.
'Yeay, gomawo saeng~' seruku senang sambil memeluknya. Ah aku rindu memeluknya seperti ini. :)
Selesai membereskan belanjaan, kami pun kembali ke ruang tengah. Awalnya aku mau sekalian membawa makanan kesana, tapi jaeyi gak ngijinin. Suasananya masih gak enak katanya. Ya sudah, aku menurut saja. Dan ternyata benar. Hae hyung dan hyorie masih saling diam dan itu menular ke member lainnya. Hm~
'Hyung? Dongsaeng? Kok diem-dieman sih?' tanyaku takut-takut tapi gak di respon sama sekali.
"Aku punya hak jalan sama siapa aja. Kalian gak punya hak untuk melarangku. Kalian bukan siapa-siapaku,"
CTARRR!!!
Ucapan hae hyung barusan, membuatku bagai di sambar petir.

-Author POV-
Dampak dari ucapan hae itu, langsung terasa begitu nyata.
"Mworago?" tanya hyuk pelan, namun wajahnya sudah merah, menunjukkan emosi yang sudah mulai tersulut.
"Wae? Gak salah kan kata-kataku? Kalian bukan siapa-siapaku. Jadi kalian gak berhak melarangku. Aku mau pacaran sama siapa, itu urusanku,"  jawab hae enteng.
Hampir semua member terkejut. Gak percaya sama kata-kata hae barusan.
"Hae ya, maksud kamu apa? Kenapa kamu tiba-tiba ngomong seperti itu?" tanya teuk dengan sabar.
"Aku capek hyung. Aku dijauhi cuma gara-gara aku pacaran sama seorim. Kalian semua sama saja. Gak ada yang menerima keputusanku," jawab hae, emosi.
"Hyung, gak seperti itu hyung. Hyung jangan salah paham," ucap wookie berusaha meredam amarah hae.
"Salah paham? Salah paham bagaimana? Apa kalau aku punya yeojachingu, aku salah gitu? Kalau aku salah, terus kalian apa? Kalian juga punya yeojachingu," ucap hae keras.
"Hyung, jangan berpikiran yang tidak-tidak. Bukan seperti itu maksudnya," ucap wookie lagi.
"Bukan seperti itu apa maksudnya? Kalian boleh punya yeojachingu, tapi aku gak, gitu?" tanya hae sinis.
"Hyung~" sahut wookie pelan, gak tau mau ngomong apa lagi.
"Oh, jadi oppa sadar ya kalau kami semua gak suka oppa pacaran sama yeoja itu?" celetuk hyorie sinis.
Hae langsung melihat kearah hyorie. Tapi gak merespon apapun. Sementara itu, jaeyi dan kyu yang duduk di samping kanan dan kiri hyorie, sudah mulai kasak-kusuk mengingatkan hyorie.
"Hyorie ah, jangan seperti itu," tegur wookie.
"Wae? Itu kan kenyataannya oppa. Kita semua gak ada yang suka kalau hae oppa pacaran sama yeoja itu. Atau oppa sekarang lebih membela hae oppa? Gitu?" ucap hyorie makin sinis.
"Hah, aku gak perlu pembela. Toh memang gak ada satupun yang setuju sama hubunganku dan seorim kan?" dengus hae kesal.
"Hae ya, keterlaluan kamu. Hyorie dan wookie itu dongsaengmu sendiri. Kenapa kamu berkata seketus itu sama mereka, hah?" bentak heechul.
"Itu bukan urusan hyung," sahut hae datar.

-Jaeyi POV-
Aku speechless. Entah ini bagian dari rencana, atau mereka sedang mengungkapkan isi hati masing-masing, aku tidak tau. Semua terlihat sangat natural. Aku coba melihat kearah hyuk oppa, ternyata dia pun melirikku dengan wajah bingung. Tapi hebatnya, dia masih bisa memperthankan ekspresi kesalnya itu di wajahnya. Begitu pula oppadeul lainnya. Aigo ottokeh?
BRAKKK!!!
Kami tersentak dan langsung menoleh ke asal suara. Ternyata suara itu datang dari kangin appa yang membanting kotak kayu yang ada di samping komputer.
"Hae ya, jaga bicaramu!!! Sejak kapan kamu jadi gak punya sopan santun seperti ini, hah?" bentak kangin appa yang terlihat sangat emosi.
Akupun berdiri dan mencoba mendekati hae oppa.
'Oppa~' panggilku.
Tapi kemudian hae oppa mendorong tubuhku. Nyaris aja aku jatuh kalau saja tidak ada hangeng ge dibelakangku dan menangkap tubuhku.
"Jaeyi ah... Donghae ya..." seru oppadeul meneriakkan namaku dan hae oppa bersama.
Tapi aku sempat melihat hae oppa mengucapkan 'mianhae' dari sudut bibirnya. Ah, jadi ini cuma bagian dari taktiknya aja. Hm, aku harus melakukan sesuatu supaya oppadeul gak terpancing emosinya dan jadi berantem sungguhan sama hae oppa. Bisa berabe kalau sampai seperti itu. Belum sempat aku bertindak, wookie oppa tiba-tiba langsung memeluk hae oppa sambil menangis.
"Hyung sudah, jangan bertengkar lagi. Aku mohon. Kalian sudah terlalu sering bertengkar. Aku gak mau lihat kalian bertengkar lagi. Jebal," ucap wookie oppa dengan air mata yang semakin deras.
Ku lihat sekeliling. Oppadeul terperangah melihat dan mendengar apa yang dilakukan wookie oppa ke hae oppa. Hae oppa juga cukup terkejut melihat reaksi wookie oppa yang ternyata lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
"Saeng, sekarang~" bisik yesung oppa yang tiba-tiba sudah berada disampingku.
Akupun mengangguk kemudian menyeret gege untuk ikut aku ke dapur sementara oppadeul yang lain, melakukan finishing(?).

-Teuk POV-
Wookie menangis. Tepat setelah hae mendorong jaeyi. Aku sempat kaget, tapi untungnya hangeng ada di belakang jaeyi waktu itu dan menangkap tubuh limbung jaeyi. Aigo, apa ini gak berlebihan? Aku dan member yang lain nyaris saja marah ke hae. Tapi melihat wookie yang nangis seperti itu, jadi lupa sama amarahku sendiri.
"Hae ya, sekalipun kamu sahabatku, aku gak akan segan-segan menghabisimu kalau kamu berani-berani nyakitin yeojaku!!!" ucap hyuk dengan emosi yang nyata diwajahnya.
"Cih, saat seperti ini kamu masih bisa menyebut dirimu sebagai sahabatku? Sejak aku ngenalin seorim ke kamu dan yang lainnya, kamu lebih cenderung membela yeoja kesayanganmu itu kan dari pada ikut bahagia bersamaku? Sahabat macam apa kamu!!!"  ucap hae ketus.
Hyuk terlihat sangat marah. Tapi aku gak bisa apa-apa. Aku gak punya hak untuk melerai saat ini. Ku lihat hyuk nyaris membantah apa yang dituduhkan hae padanya, namun terpotong oleh ucapan wookie.
"Hyung sudah. Jebal~" ucap wookie masih dengan memeluk hae dan berderai air mata.
"Ah sudahlah wookie, gak usah sok-sok an membelaku. Kamu itu sama aja seperti yang lainnya. Kamu bilang kamu dongsaengku, tapi apa? Kamu juga lebih membela kedua yeoja itu dan menjauhi aku. Ya kan?" bentak hae sambil melepas pelukan wookie dari tubuhnya.

Tepat pada saat itu, jaeyi dan hangeng kembali masuk keruang tengah sambil membawa tart. Oh, time is so close now. :)
"Aniyo hyung~" jawab wookie bergetar.
"Apanya yang gak? Lihat, semuanya bahkan gak ada yang membela diri dengan semua yang aku bilang. Itu artinya, semua bener kan? Sudahlah wookie, gak perlu seperti ini. Lebih baik kamu urus aja dapur kamu itu. Masak untuk mereka dan jangan ikut campur lagi sama urusanku. Arraso? Ka~" ucap hae dengan sedikit ogah-ogahan.
Wookie terperangah mendengar kata-kata hae yang seakan mengusirnya, hingga dia gak bisa lagi berkata-kata. Sedangkan jaeyi, hyorie dan hangeng, yang berada dibelakang wookie, sudah memberi aba-aba pada hae dengan hitungan mundur.

3...

2...

1...

"Ka~" ucap hae lagi sambil membalikkan badan wookie menghadap kearah jaeyi dan hangeng.

-Wookie POV-
Aku gak nyangka, hae hyung tega mendorong jaeyi. Apa lagi hae hyung dan hyuk hyung sekarang bertengkar. Aku gak tahan lagi. Aku nangis dan memohon ke hae hyung supaya gak bertengkar lagi. Tapi responnya benar-benar gak aku sangka.
'Hyung sudah. Jebal~' ucapku masih dengan memeluk hae dan berderai air mata.
"Ah sudahlah wookie, gak usah sok-sok an membelaku. Kamu itu sama aja seperti yang lainnya. Kamu bilang kamu dongsaengku, tapi apa? Kamu juga lebih membela kedua yeoja itu dan menjauhi aku. Ya kan?" bentak hae hyung sambil melepas pelukanku dari tubuhnya.
'Aniyo hyung~' jawabku bergetar.
"Apanya yang gak? Lihat, semuanya bahkan gak ada yang membela diri dengan semua yang aku bilang. Itu artinya, semua bener kan? Sudahlah wookie, gak perlu seperti ini. Lebih baik kamu urus aja dapur kamu itu. Masak untuk mereka dan jangan ikut campur lagi sama urusanku. Arraso? Ka~" ucap hae hyung dengan sedikit ogah-ogahan.
Aku terperangah mendengr kata-kata hae hyung yang mengusirku. Aku speechless jadinya.
"Ka~" ucap hae hyung lagi sambil membalikkan badanku menghadap dapur.
Tapi~

"SURPRISE.......... SAENGIL CHUKKAE WOOKIE OPPA~"

Mwo? Igeo mwoya?

-Hangeng POV-
Wookie sepertinya terkejut begitu hae membalikkan badannya, ternyata jaeyi dan hyorie sudah disana sambil memegang tart dan mengucapkan saengil chukkae padanya. Ucapan yang juga langsung diucapkan oleh semua member termasuk aku. Hehehe~
"Igeo mwoya?" ucap wookie dengan sedikit histeris.
"Hahaha~ Aigo wookie ah, kenapa kamu jadi cengeng begini? ucap hae sambil memeluk wookie.
"Oppa, tiup dulu lilinnya. Keburu leleh semua nih," tegur jaeyi masih dengan senyum lebarnya.
Wookie pun menuruti permintaan jaeyi. Dia menundukkan kepalanya sebentar lalu meniup lilinnya.
"YEAY, SAENGIL CHUKKAE KIM RYEOWOOK~" teriak semua member.
Sementara itu, wookie sudah memeluk yeodongsaengnya, hyorie, sedangkan jaeyi langsung memeluk hyuk begitu selesai meletakkan tart keatas meja. Aku tersenyum melihat semua member tertawa riang. Hal yang selalu terjadi di setiap hari ulang tahun member. Terutama kalau duo yeoja itu turun tangan. Hehehe.
Wookie bergantian memeluk hyungdeulnya dan juga dongsaengdeulnya sambil mengucapkan terima kasih. Saat dia memelukku, aku bilang padanya untuk gak gampang tertipu sama akting member. Dia cuma tertawa menanggapi kata-kataku itu.
"Heenim, high five," seru jaeyi sambil tertawa lebar.
Ckckck~ kolaborasi jaeyi, kyu dan heenim benar-benar bisa merubah suasana. Hahaha. Ya semoga aja masalah hae dengan kedua yeodongsaeng itu cepat selesai. Jadi, suasana ceria bisa terus ada di dorm ini.
"Waktunya makan~" seru shindong sambil berlari menuju meja makan dan langsung diikuti sama semua member.
Aku dan teuk hyung hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka. Tapi ya, itulah dongsaengdeulku. Aku menyukai tingkah ceria mereka ini.

-Author POV-
Seluruh member suju, jaeyi dan hyorie sedang menikmati makanan hasil karya(?) wookie. Mereka makan dengan gembira. Meski masih ada sisa-sisa air mata di wajah wookie, tapi tetap memancarkan kebahagiaan.
"Saeng, ide siapa sih ini tadi? Sengaja ya bikin oppa nangis, ha?" tanya wookie sambil memandang tajam ke arah hyorie.
"Hahaha, siapa lagi oppa, yang bisa bikin oppa nangis kalau bukan trio evil itu. Wkwkwk~" jawab hyorie.
"Hahaha, trio setan. Baru lagi nih groupnya? Hahahaha~" seru shindong dengan terbahak-bahak.
Sementara itu, wookie yang mendengar jawaban hyorie, langsung melemparkan pandangan mautnya(?) ke arah tiga orang yang di maksud.Tanpa diberi tahu pun, wookie tau siapa aja tiga evil itu. Tapi sayangnya, tiga orang tersangka itu, tampak cuek bebek dengan apa yang terjadi. Mereka malah asyik makan dan ngobrol bersama hyuk, hae dan hangeng. Wookie yang merasa dicuekin, langsung mengambil sumpit dan menuju kearah tersangka-tersangka itu.
"Ah oppa, yuk gabung. Ini aku bikin kimbab tadi," sapa jaeyi begitu melihat wookie berdiri dibelakang kyu.
"Kalian ya~" seru wookie.
Lalu~
Tuk... Tuk... Tuk...
Dengan sekuat tenaga, wookie memukuli hyung dan dongsaengdeulnya itu dengan sumpit.Sumpit yang terbuat dari aluminium itupun bengkok. Entah karena kuatnya pukulan wookie atau karena kerasnya kepala korban-korbannya itu.
"Ya' oppa... Ryeowook ah~" seru mereka bersamaan sambil mengusap-usap kepala mereka yang baru saja menjadi korban keganasan wookie.
Member yang melihat kejadian itupun langsung tertawa keras. Begitupun wookie. Dia tertawa paling keras dan mengacuhkan seruan protes dari trio evil itu.
"Rasain. Makanya jangan kejam-kejam dunk kalau bikin acara," ucap wookie sambil menyeringai, memunculkan evil smirknya.
Hahaha, eternal magnae berubah menjadi evil. Bisa jadi anggoto trio evil akan bertambah satu lagi. :D
END
**
NB: Author sengaja bikin nama oppadeul dengan nama panggilan sayang yang aku pakai ke oppadeul. Jadi maaf ya, kalo ada yang gak nyaman. Maaf juga kalo readersdeul ngerasa gak nyaman sama pemakaian bahasa yang author pake. Author gak pinter nyusun kata-kata.
But stil, gomawo buat yang udah baca. Yang berkenan, tinggalin jejak ya...
Gomapseumnida... ^_^