Super Junior Myeolchi ^^
My Beloved Myeolchi ^^
Senin, 26 Desember 2011
Minggu, 04 Desember 2011
My Love My Kiss My Heart [Part. 3]
Author: Renz
Tittle: My Love My Kiss My Heart Part. 3
Kategori: Gado-Gado
Cast:
- Sandy as Kim Jae Yi
- Eunhyuk as Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk Suju
Note: Judulnya emang sengaja ambil dari judul lagunya Super Junior... Mungkin untuk sekarang, cerita ama judulnya belum nyambung, tapi nanti, cerita ini pasti bakalan nyambung... Hehehehehe... jadi tunggu sampe akhir ya... :)
Happy Reading... ^^
____________________________________________________________
Laut? Dimana ini? Jangan-jangan kenjeran (author minta digorok readers). Aku hanya memandang heran ke arah namja yang sedang asyik main air laut dengan kakinya. Kadang-kadang dia menuliskan namanya di pasir, setelah itu hilang tersapu ombak. Aku memperhatikannya dari dalam mobil.
Selama perjalanan tadi, dia sudah menceritakan soal bagaimana pertemuanku dengannya sebelum ini. Ya tidak heran kan kalau aku tak mengenalinya? Karena dia waktu itu berpakaian tertutup. Dia tidak menjawab saat aku tanya kenapa dia berpakaian tertutup waktu itu. Jadi akupun tidak menanyakannya lebih jauh. Itu kan privasinya. ^^
“HYUKKIE OPPA!” panggilku padanya. Namja itu menoleh kemudian berjalan ke arahku.
“Ada apa Jae yi~ah?” tanyanya polos. (Ni orang beneran polos ato gimana siy?)
“Oppa, bisakah kau jelaskan kenapa kau membawaku kemari?” tanyaku.
“Kenapa ya? Hm, karena aku ingin bermain tapi gak ada temannya. Kebetulan ketemu kamu. Jadinya ya, main sama kamu aja dari pada sendirian,” jawabnya sambil tersenyum.
‘Oh manis banget dia kalau senyum,’ kataku dalam hati.
“Oh ya Jae yi~ah, kau tidak mau main air?” tanyanya. Aku menggeleng cepat menolak tawarannya.
“Sebentar lagi hujan oppa. Awan sudah hitam. Ayo kita pulang saja,” pintaku sambil memeluk diriku sendiri karena udara yang semakin dingin.
‘Nan paboya! Kenapa tadi tak membeli jaket juga? Dingin~,’ rutukku dalam hati.
Namja itu memperhatikan langit yang gelap karena mendung. Anginpun mulai bertiup kencang.
“Aku mau main sebentar lagi. Jae yi~ah, aku mohon. Boleh ya?” Rayunya padaku.
Ada apa dengannya? Mungkin dia sedang ada masalah. Tapi, bagaimana ini? Langitnya terlihat menakutkan. Hah~ aku menghela nafas panjang.
“Hm, baiklah. Cepatlah bereskan hatimu oppa, aku ingin segera pulang,” jawabku.
“Gomawo Jae yi~,” ucapnya dengan wajah berseri-seri sambil mengacak-acak rambutku pelan.
Hyukkie oppa kemudian berlari ke arah pantai lagi. Sebenarnya kau juga mau main di pantai. Tapi udaranya terlalu dingin. Aku tidak tahan.
Karena sedikit bosan, akupun menyalakan radio mobil dan membesarkan volumenya sedikit. Ah~ aku suka lagu ini, Miinah atau Bonamana. Penyanyinya adalah Super Junior. Tapi aku tidak tau wajah membernya. Wajar aja sih. Karena aku dari pagi mengajar, karena aku adalah guru di salah satu High School di Seoul. Setelah pulang pun, aku langsung memeriksa tugas atau membuat soal essay murid-muridku sampai malam. Aku tau lagu ini pun karena hampir setiap pagi di putar adik sepupuku sampai akhirnya akupun jatuh cinta sama lagu ini.
Tik.. Tik.. Gratak.. Gratak.. Gratak.. (suara apaan nih? Aneh bener -_-)
Ada suara benda berjatuhan di atap mobil. Aku memandang keluar.
Omo~ hujan… Deras banget lagi… Aku menurunkan kaca mobil dan melihat sosok Hyukkie oppa masih ada di pantai.
“OPPA, CEPAT MASUK!!!” teriakku pada Hyukkie oppa yang sedang berdiri mematung di tengah hujan. Aish~ kenapa dia? Aku memanggilnya berkali-kali pun dia tetap tidak dihiraukannya. Kenapa dia mematung seperti itu di tengah hujan deras seperti ini?
Akupun mencari sesuatu yang bisa ku gunakan untuk melindungiku dari hujan. Aku harus menyeretnya masuk. Tapi tidak ku temukan apa-apa di mobil ini. Hanya jaket tebal yang tergeletak di bangku belakang. Segera ku sambar jaket itu dan kugunakan untuk melindungi kepala dan badanku. Aku berlari secepat mungkin ke arah namja yang membuatku repot itu *digampar jewels*.
“OPPAAAAA…” teriakku begitu aku dekat dengannya. Langsung aja aku menarik lengannya.
Dia kaget melihatku. Tapi~
DEG! Jantungku serasa berhenti berdetak melihat sorot matanya. Baru kali ini aku melihat wajahnya teramat sedih seperti ini. Dia sedang menangis! Tapi air matanya disamarkan oleh air hujan.
“Jae Yi~ah,” panggilnya pelan namun mampu menyadarkan lamunanku.
“Hwaaa… paboya… Kenapa kamu keluar dari mobil?” teriaknya padaku. Wajahnya yang semula menyorotkan (?) kesedihan, kini berubah jadi kekhawatiran padaku.
Ish~ nih orang…
“Gara-gara siapa coba aku turun dari mobil dan hujan-hujanan seperti ini?” jawabku kesal. Namun Hyukkie oppa segera menarik lenganku dan membawaku kembali masuk ke dalam mobil.
~Di dalam mobil~
“Huwaaaa oppa, kenapa kamu membuka bajumu?” teriakku kaget saat dia bertelanjang dada (kapan buka bajunya ya? #plakk).
Omo~ (^,^(
“Mianhae Jae yi~ah, aku tak bisa menahannya. Bolehkah aku melakukannya sekarang?” katanya sambil menatapku.
(Wah readers, jangan yadong dulu. Ini bukan NC… Sebisa mungkin aku gak masukin unsur NC di FF ini. Ini authornya minta di cerai taemin nih.. -_-)
*back to story*
Tunggu dulu…
“MWOYA??? APA MAKSUDMU OPPA? TOLONG JELASKAN DENGAN SEJELAS-JELASNYA (apadeh -_-) PADAKU!!!” teriakku spontan.
“Aku cuma ingin ganti baju Jae yi~ah. Aku tidak nyaman kalau pakai baju basah, bolehkan?” tanyanya sambil tersenyum memohon.
Aish~ niy orang. Pasti wajahku sekarang udah kayak kepiting rebus deh.
“Ah… ooohhh… N..ne o..ppa…” jawabku sedikit tergagap.
Tapi syukurlah, ternyata aku Cuma salah paham saja. Aku tak menyangka, tubuhnya yang terlihat biasa dari luar itu ternyata sangat indah. Aku jadi ingin menyentuh kotak-kotak yang terpahat sempurna di perutnya itu (well, writer mimisan O.o ).
“Memang apa yang kamu pikirkan agaeshi?” tanyanya sambil menggodaku.
“A… aniyo oppa,” jawabku terbata-bata.
“Udah jujur saja, apa yang kamu pikirkan?” ucapnya lagi sambil tersenyum menggoda. Sedikit demi sedikit dia mendekatkan tubuhnya ke arahku. Akupun refleks mencoba menghindar. Tapi apalah daya, tubuhku sudah ada tidak bisa bergerak lagi karena terhalang oleh pintu mobil (nah loh, authornya lagi yadong nih -_-).
“Tidak ada oppa… Aku tidak berfikir apa-apa… Kecuali keinginan untuk menyentuh perutmu,” ucapku pelan.
Omo~ apa yang ku katakan barusan? Aish~ babo ya! Refleks aku menutup mulutku ketika aku sadar kalau aku keceplosan. Hyukkie oppa menatapku penuh arti.
“Wae… waeyo oppa? Ke.. kenapa oppa menatapku seperti itu?” tanyaku tergagap sambil berusaha mengalihkan mataku dari menatap matanya (kalimat apa ini? –-“). Dari ekor mataku, ku lihat dia tersenyum. Senyum yang entah sejak kapan, selalu berhasil memporak-porandakan detak jantungku.
“Aniyo Jae yi~ah. Aku hanya sedang memikirkan keinginanmu untuk menyentuh perutku. Apa kamu benar-benar ingin menyentuhnya? Tapi aku belum menyiapkan hati untuk itu,” ucapnya sambil menggodaku. Aku merasakan hembusan nafasnya di wajahku saat dia mendekatkan wajahnya ke arahku. Tentu saja itu tak membutuhkan waktu lama. Mengingat jarak tubuhnya yang sudah sangat dekat dengan tubuhku sebelum ini. Dia sukses! Wajahku terasa panas. Pasti sekarang wajahku sudah merah padam karena malu atas tindakannya ini. o.O
“YA! OPPAAA GEUMANHAE… GEUMANHAE!!! MIANHAE… JEBAL MENJAUHLAH OPPA… JEBAAALLLL!!!” teriakku panik saat semakin memperkecil jarak tubuhnya dengan tubuhku. Refleks aku menutup mataku dan mencoba menghentikan tindakannya dengan tanganku.
Eh??? Apa yang aku pegang ini? karena penasaran, akupun membuka sedikit mataku (ngintip maksudnya ;p). Mwo??? Da… DADAAAA??? HYAAAA…… Aku menjerit dalam hati. Astaghfirulloh~ dadanya keras dan abs nya benar-benar sempurna. Benar-benar indah.
“OPPA STOOOPPPP!!! Cepatlah pakai bajumu, jebal~” ujarku. Aku tak tahan di goda seperti ini terus. Nafasku saja sudah tak beraturan karena perlakuannya ini.
“Hahahahaha…” Tuh kan aku benar-benar digoda sama namja ini. Tapi, aku juga aneh. Walau aku menghentikan badannya yang mendekatiku, tapi aku tidak berusaha mendorongnya menjauhiku. Aku merasa sedikit nyaman dengan suasana akrab ini. J
Dia kembali duduk tenang di kursinya, lalu menatapku sambil tersenyum.
“Mworago?” tanyaku.
“Jae yi~ah, tolong ambilkan bajuku yang ada di kursi belakang. Nanti kamu aku bolehin pegang perutku deh,” ucapnya masih dengan senyum-senyum (oppa gila ya? #plakkk)
“Gak perlu!!!” jawabku kesal smabil mengambil tasnya yang ada di kursi belakang. Setelah dapat, akupun melempar tas itu ke depan tanpa melihat (?) dan ternyata, tas itu tepat mengenai kepalanya. (mian oppa.. ^^v)
“Ih, Jae yi suka main kasar ya?” katanya dengan nada menggoda. Aku cuma manyun mendengar kata-katanya itu.
Hyukkie oppa melempar kaos dan celana training yang dia ambil dari dalam tasnya, yang tadi aku lempar dan mengenai kepalanya.
“Gantilah bajumu. Kamu basah kuyup begitu, pasti gak nyaman kan? Aku juga gak mau kamu sakit gara-gara ulahku,” ucapnya. Aku memperhatikan dia yang sudah mengganti bajunya yang basah dnegan kaos yang menempel tepat di badannya. Setelah selesei ganti baju, Hyukkie oppa menoleh kearahku.
“Kamu belum ganti baju?” tanyanya.
“Ish oppa~ mana mungkin aku bisa ganti baju kalau ada namja di depanku,” jawabku.
Hyukkie oppa terdiam sambil memperhatikanku. Kemudian dia mulai mengaduk-aduk lagi isi tasnya, lalu mengambil sebuah sapu tangan dan diikatkannya menutupi matanya.
“Aku sudah tidak bisa melihat sekarang. Kamu bisa ganti bajumu,” katanya sambil membalikkan badannya menghadap ke depan mobil. Aku tersenyum melihat tingkahnya. Aku tidak menyangka kalau dia bisa menghormati yeoja. Jujur aku terharu. J
Segera aku mengganti bajuku yang basah dengan kaos berwarna biru dan celana training hitam. Untung saja kaosnya berlengan pendek. Kalau lengannya panjang, pasti lenganku sudah hilang di telan kaosnya (lebay, hahahaha…). Tapi celananya terlalu besar dan panjang. Aku sampai harus menggulungnya hingga ke betis agar bisa berjalan dengan mudah.
Aku kembali ke bangku depan di sebelah Hyukkie oppa.
“Aku sudah selesai ganti baju oppa,” kataku sambil melihat wajahnya. Hyukkie oppa sedikit terkejut saat ku panggil secara tiba-tiba. Kemudian, diapun melepas sapu tangan yang menutupi matanya lalu melemparkannya ke jok belakang. Dia melihat ke arahku dan tersenyum. Aku merasakan wajahku memanas saat melihat senyumnya. Aigo~
Aku memalingkan wajahku dari wajahnya. Ish, aku ini kenapa sih? Selalu saja, jantungku berdetak cepat saat aku melihat senyumnya. Apa dia mau membunuhku dengan senyumannya itu? Bagaimana kalau Hyukkie oppa mendengarnya? Aku bisa semakin malu karenanya.
“Jae yi~ah, dimana apartemenmu? Aku akan mengantarkanmu pulang,” tanyanya padaku.
“Mwo? Jeongmal yo?” tanyaku padanya untuk memastikan. (well sebenernya di bagian ini, harusnya rada lebay kalo berdasarkan yang di tulis author. Tapi karena aku yang ngetik, jadi aku edit deh… Hehehehe…)
“Ne, eodiya?” tanyanya sambil tersenyum. ‘Ish, lagi-lagi dia tersenyum,’ batinku.
Akupun memberi tahu alamat apartemenku dan menunjukkan jalan padanya.
-To Be Continue-
Hwahahahaha… Part ini endingnya geje bener dah… Gantung juga ya? Hehehehe peace deh ^^v
Eh iya, yang part 1 gak bisa di buka ya? Aku coba repost aja deh ya… nanti kalo masih belum bisa dibuka juga, silahkan lapor ke saya… Hehehehehe… ;)
Komen ya komen…
Gomawo… *bow*
Senin, 14 November 2011
My Love My Kiss My Heart [Part. 2]
Author: Renz
Tittle: My Love My Kiss My Heart Part. 2
Kategori: Gado-Gado
Cast:
- Sandy as Kim Jae Yi
- Eunhyuk as Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk Suju
Note:
Hahaha, part 1 kemarin belum ada yang baca ya? Hiks... T.T
Yaudahlah gapapa... :)
Happy Reading^^
- Kim Jae Yi POV –
Hari ini sudah 2 minggu sejak kejadian menyebalkan itu terjadi. Terkadang aku masih memikirkan, kenapa aku bisa begitu sial? Bukan hanya karena kejadian di café itu, tapi juga kejadian setelah keluar dari café. Huft, aku ingin sekali melupakannya. Tapi ternyata, kesialanku bukan hanya terjadi hari itu.
Saat ini aku sedang memandang langit dengan mata menerawang, berdoa dalam hati pada Tuhan. ‘Tuhan, bila ini memang sudah waktunya aku Engkau jemput tuk berada disisiMu lagi (aigo~), ku hanya minta satu permintaan padaMu.
“TOLONG JANGAN BIARKAN TUBUHKU HANCURRRRR!!!” Teriakku histeris.
Aku memang gadis dengan kehidupan yang biasa-biasa saja. Tapi entah kenapa akhir-akhir ini aku mendapat kejadian luar biasa terus-menerus? Contohnya sekarang, tanpa sadar aku sudah berada di kandang buaya ditemani 7 ekor buaya. Padahal aku hanya ingin jalan-jalan ke kebun binatang cari referensi soal untuk murid-muridku (sejak kapan aq jadi guru?Authornya bikin bingung -_- #plakkk). Saat aku melihat-lihat kandang buaya dan memotret mereka layaknya wartawan, ada seseorang yang tidak sengaja menyenggol badanku sehingga aku jatuh dengan anggunnya (?) ke dalam kandang ini.
“Tenang agaeshi, kami akan menolongmu. Mereka tidak akan menggigit. Mereka sudah jinak dan sudah makan,” teriak para petugas dari atas, tempat para pengunjung ’menonton’ku.
Terserahlah, yang penting cepat keluarkan aku dari sini.
Tapi benar kata para petugas itu. Buaya-buaya itu tidak menyerangku, malah asyik-asyikan berjemur menikmati hangatnya sinar mentari.kehadiranku yang tiba-tiba, tidak di anggap sama sekali oleh mereka (baguslah~). Bahkan, ada yang buang muka saat aku melihatnya (sombong bener~). Grrrrr… baru jadi buaya kok sok-sok an gitu tingkahnya (buaya: emang kita cuman buaya, pabo~!). aku dibuat kesal oleh buaya-buaya yang tidak tau kedudukan itu (yak, authornya korslet -_-)
Tiga orang petugas memasuki kandang buaya dengan pakaian lengkap. ‘HEH? KATANYA BUAYANYA JINAK, GAK BAKAL NYERANG? TAPI KOK KALIAN BERPAKAIAN PERANG SEPERTI ITU?’ jeritku dalam hati.
“Agaeshi kemarilah pelan-pelan,” kata salah seorang dari mereka. Bahkan para petugas itu hanya berada di muka pintu kandang tanpa berani masuk. Grrrr, nggak binatangnya, nggak manusianya, tingkahnya menyebalkan semua. Niat menolong apa tidak sih mereka itu?
SEBEEELLLLL!!!!!!
Aku berjalan kearah pintu kandang dengan mood yang hancur berantakan. Kau tau bagaimana perasaanku saat ini? Kau tau perasaan ingin membunuh orang? Ya begitulah yang kurasakan. Aku keluar dari kandang buaya diselimuti awan hitam di belakangku (?).
“A..agaeshi, apakah anda baik-baik saja?” tanya salah seorang petugas dengan terbata-bata. Aku melirik tajam ke arahnya.
“KAU TANYA APA AKU BAIK-BAIK SAJA? APA KAU BODOH? JATUH DARI TEMPAT SETINGGI ITU, APA AKU TERLIHAT BAIK-BAIK SAJA???” ledakan teriakku yang mungkin mampu untuk memecahkan jendela sekampung (lebay~ #plak).
“Hiiiiyyyy… Jwaesonghamnida agaeshi…” kata mereka ketakutan.
Aku hanya mendengus kesal dan segera meninggalkan orang-orang yang sedikit pabo itu. Pantas saja buaya-buaya itu punya sifat sombong. Kelakuan petugasnya menyebalkan. Mana badannya bau, pengecut pula. Aigo~
Aku menghela nafas panjang untuk sedikit melegakan dadaku yang rasanya sudah mendidih (?). Aku berjalan ke arah pintu keluar dengan pakaian basah dan berlumpur. Hampir setiap orang memandangiku seakan-akan aku adalah artis hollywoood yang kesasar. Tapi aku tidak memperdulikan mereka.
Aku segera meluncur ke toko baju yang tak jauh dari sana. Para pengunjung dan SPG disana terheran-heran melihat penampilanku. Untung saja toko baju ini langgananku. Kalau tidak, aku pasti sudah di tendang dari sini karena di kira gembel pengen eksis.
“Park eonnie, tolong bantu aku,” kataku saat melihat SPG yang ku kenal. Yeoja cantik bertubuh langsing itu segera berlari ke arahku.
“Agaeshi, silahkan kamar mandinya di sebelah sini. Saya akan mengambilkan pakaian sesuai selera anda,” ucapnya ramah dengan wajah khawatir padaku.
Akupun segera menuju kamar mandi, tak tahan dengan kotoran yang lengket ini. Setelah beberapa decade (me:woyyy kelamaan dodol! , author:hehehe ^^v) eh, maksudnya beberapa menit bertapa di dalam kamar mandi, akupun keluar dengan baju baru (kapan ngasihnya? , reader: woy berisik!!!) dari toko ini. Park eonnie yang sedari tadi membantu dan menungguku terlihat sumringah saat aku menampakkan (?) diriku seperti semula.
“Selamat datang kembali ke dunia nyata, agaeshi,” ucapnya senang.
“Kau mengejekku ya?” kataku dengan memasang wajah kesal yang kubuat-buat. Yeoja cantik itu hanya tersenyum melihat ekspresiku.
“Tagihannya masukkan rekeningku saja eonnie. Baju kotor itu tolong di laundry lalu kirim ke apartemenku,” tambahku. Yeoja itu mengangguk mengerti.
“Hati-hati di jalan agaeshi. Jangan berpenampilan seperti itu lagi ya,” ucapnya saat mengantarku ke depan toko. Aku memandang kesal ke arahnya, tapi yeoja itu hanya membalasnya dengan tersenyum.
Aku memeriksa tasku (author:sejak kapan bawa tas, eon? , me:ye kenapa nanya gue?) dan memeriksa barang-barangku yang mungkin masih bisa di selamatkan. Tapi ternyata nihil. Handphone, tewas. Tak ada reaksi sama sekali. Kamera? Mungkin aku bakal di cincang sama sepupuku karena kameranya telah almarhum (minta beliin tetem aja yg baru ^^v). selain itu, tidak ada barang berharga lainnya. Aku hanya membawa dompetku dan menyerahkan sisanya pada Park eonnie.
Aku keluar dari toko dengan senyum manis. Baju, ok. Rambut, wangi. Dandanan, sempurna.
CRAAASSSSS!!!
Aku terdiam mematung di depan toko. Perlahan aku menunduk melihat bajuku. Uugghhh…
“BRENGSEK! MOBIL SIALAN!! GAK PERNAH SEKOLAH, HAH? AWAS KALAU KETEMU, KU CINCANG KAU!!!” omelku mengutuki mobil sialan itu.
Baru saja aku ganti baju, baru saja mau melangkah meninggalkan toko, mobil brengsek itu sudah menodai baju baruku dengan genangan air yang di lewatinya. Huwaaaaa…… Apa salahku? Kenapa hari ini aku sial terus? :’(
“TUHAN, JANGAN PERMAINKAN AKU!” teriakku histeris.
Klek! Suara pintu di buka. Aku menoleh.
“Agaeshi, mari masuk lagi,” kata Park eonnie dengan wajah khawatir. Hah~ aku menghela nafas lagi. Dengan langkah lunglai aku pun kembali ke dalam toko.
“HAHAHAHAHAHAHAHAHA……” seorang namja tertawa keras saat aku masuk ke dalam toko. Namja itu mendekatiku tetap dengan wajahnya yang merah karena tertawa. Aku kesal melihat wajahnya yang seperti mengejekku itu.
“Lee HyukJae~ssi jangan tertawakan Jae Yi agaeshi seperti itu,” kata Park eonnie pada namja itu.
Apa katanya? Lee HyukJae? Entah kenapa aku seperti mengenal nama itu. Namja itupun tersenyum sambil memamerkan deretan gigi atasnya.
“Sudah 2 minggu sejak pertemuan pertama kita. Bagaimana kabarmu?” katanya sambil mengulurkan tangan. ‘Ihhh SKSD banget sih nih orang,’ pikirku.
Aku melihat badanku sekali lagi. Buruk. Tapi, kok ada ya namja yang ngerayu aku dengan keadaanku yang hancur begini? Ya memang sih wajahku cantik (author muntah , me:heh yg sopan ma eonnimu!). Tapi namja yang suka ngerayu itu kan kebanyakan playboy *authornya minta diuleg nih >:-(*
“Nuguseyo?” tanyaku padanya. Aku tidak pernah merasa bertemu dengannya, apalagi sampai berkenalan.
“Kamu lupa? Aish~ Ya sudahlah itu tidak penting. Yang penting, gantilah dulu penampilanmu. Setelah itu kita akan berkenalan lagi,” katanya sambil tersenyum lebar dan menampilkan (?) deretan gigi atasnya padaku. Huaaa silau…… *di bakar jewels*
“Ne, annyeong oppa,” kataku sambil setengah membungkuk. Dia terlihat sedikit lebih tua dariku. Jadi sepertinya tidak masalah dia ku panggil oppa.
Kemudian akupun pergi ke kamar mandi lagi. Namja itu masih ada di toko saat aku selesei ganti baju. Dia terlihat memainkan hpnya.
“Eonnie, eonnie kenal dengan namja yang tadi menyapaku?” tanyaku pada yeoja cantik yang sedang membantu menyisir rambutku dengan berbisik. Yeoja itu kemudian melirik namja yang ku maksud.
“Lee HyukJae~ssi maksud anda?” tanya yeoja itu sambil berbisik juga. Aku mengangguk.
“MWO??? ANDA TIDAK KENAL DENGAN LEE HYUKJAE? AGAESHI NDESO!” teriaknya tepat di telingaku.
“WOY GAK USAH ALAY GITU NAPA?” akupun membalas teriakannya dengan tidak kalah kerasnya. Akupun jadi menyesal telah bertanya padanya. Aku baru ingat kalo yeoja ini agak sedikit alay. -_-
“Hehe, mianhamnida agaeshi, tadi saya terbawa emosi,” katanya sambil senyum-senyum gak jelas.
“Ada apa? Kenapa kalian teriak-teriak?” tanya namja itu mengagetkanku. Sejak kapan dia ada di belakangku? Aku hanya menggeleng sambil berbisik ‘aniyo’ pelan entah dia mendengarnya atau tidak, menanggapi pertanyaannya. Sepertinya dia mendengarnya, karena dia tersenyum tak lama setelah aku mengucapnya.
“Tolong masukkan tagihan bajunya ke rekeningku,” ucapnya pada Park eonnie.
Namja itu kemudian menarik lenganku. Lho? Lho? Penculikan!
“Selamat bersenang-senang,” ucap Park eonnie yang masih sempat ku dengar. Aku menoleh untuk melihat ke tempat Park eonnie, tepat saat dia melambaikan tangannya melepas kepergian kami.
Apa-apaan ini? Lee Hyuk Jae segera meluncurkan mobilnya meninggalkan toko. Aku mau dibawa kemana sama namja ini?
-To Be Continue-
Hwaaa, judul ma isinya ga nyambung ya? Bikin judulnya dadakan siy kemarin pas ngepos yang part 1.. Jadinya belum nyambung.. Hehehehe..
Ntar pasti ada koq bagiannya antara judul n isi FFnya nyambung… Hehehehe..
Jangan lupa komen ya… Biar authornya makin rajin bikinnya… aku juga makin rajin ngetiknya… Hahahaha…
Oh ya, jeongmal mianhae ya kalo banyak typo... Mian juga kalo ada tampilan-tampilan yang sedikit menyiksa (?) mata readers...
Gomawo… *bow bareng Eunhyuk*
Sabtu, 12 November 2011
My Love My Kiss My Heart [Part. 1]
Author: Renz
Tittle: My Love My Kiss My Heart Part. 1
Kategori: Gado-gado :p
Cast:
- Sandy
as Kim Jae Yi
- Eunhyuk as Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk Suju
Note: Cerita di part ini di ambil dari sudut pandang seorang
yeoja, Kim Jae Yi.
Fanfic ini adalah ff pesenanku ke adik sepupuku, Renz, yang
cinta banget sama maknaenya SHINee, Lee Taemin, tapi mau aja bikini ff soal aku
sama si Dancing Machine nya Suju.. Wkwkwkwkwkwk…
Tapi tetep, aku ikut andil dalam pengetikan… Hehehehe… ^^v
Gomawoyo Renz… :D
Oh ya, buat yang sudah sudi mampir ke blogku ini n baca ini
FF, mohon komennya ya… Semua jenis komen n bashing di terima koq… Gamsahamnida…
*bow bareng Eunhyuk* ^,^
Happy Reading all… ^^
- Kim
Jae Yi POV –
Aku
adalah Kim Jae Yi, seorang gadis dengan wajah yang lumayan cantik dan kehidupan
yang biasa-biasa saja yang sekarang sedang mengalami sedikit kesialan. Saat
ini, aku sedang berjalan-jalan di daerah myeondong untuk sekedar belanja baju
untuk hadiah sepupuku yang di terima di sebuah perusahaan besar (harusnya aku
yang di kasi hadiah -_-). Setelah selesai belanja, aku iseng mampir ke sebuah café
karena aku sedang haus. Entah mimpi apa aku semalam, hingga aku harus mengalami
kejadian ini.
@ café
Aku
menyiramkan segelas minuman dingin yang ada di meja ke atas kepalanya. Air
berwarna coklat yang lengket dan es batu, membasahi rambutnya, mengalir
mengotori wajahnya. Wajahnya terlihat shock dengan seranganku yang tiba-tiba. Dia
mendongak melihatku, aku semakin kesal setelah melihat matanya. Ingin ku congkel
mata sipit yang tak merasa bersalah itu untuk kujadikan makanan anjing. Belum
puas rasa kesalku, maka akupun menamparnya.
PLAKKK!!!
Suara
tamparanku yang begitu keras mendarat sempurna di pipi kirinya. Pipinya jadi
merah karena tamparanku. Semua orang di kafe memperhatikan kami. Pandangan
mereka seakan tidak suka melihat ini. Aku tak peduli.aku tak memikirkan rasa
malu saat ini. Aku hanya memikirkan bagaimana memuaskan rasa kesalku pada namja
di depanku ini.
Sungguh
hancur hatiku sekarang. Namjachingu yang ku sayang, yang ku percaya, segalanya
bagiku, kini dia sedang berdua dengan seorang yeoja dan bercanda mesra. Dia
berdiri, memandangku dingin. Aku sungguh sedih melihatnya memandangku seperti
itu. Ingin menangis rasanya. Tapi, rasa kesal dan sakitku lebih besar dibanding
keinginanku untuk menangis.
“Kau
sudah puas? Sekarang pergilah, aku tak mau melihat wajahmu lagi!!!” akhirnya
dia membuka suara.
Apa
katanya tadi? Harusnya aku yang bilang seperti itu. Begitu dingin perkataannya
padaku. Sudah tak ada lagi cinta di matanya untukku.
“Dasar
SAMPAH!!!” umpatku kesal.
Ku
mengangkat jari tengahku untuk menghina mereka. Akupun segera keluar. Tak tahan
kalau tetap disana.
Aku
berlari dan terus berlari tanpa memikirkan tujuan. Aku hanya mengikuti
kemanapun kakiku membawaku berlari seperti orang gila. Pikiranku kacau. Air
mataku mulai mengalir membentuk aliran sungai kecil di wajahku. Haha, padahal
aku berusaha untuk menahannya. Tapi akhirnya, tetap saja tumpah.
Kenapa?
Kenapa aku mengalaminya lagi? Tiga kali pacaran, tiga kali diselingkuhin, tiga
kali pula patah hati. Arrrggghhh sial, sial, siaaaaaallllll!!!!!!!!!
Apa
aku tak pantas mendapatkan cinta? Apa aku tak pantas bahagia? Apa yang
kuperbuat hingga Tuhan menghukumku seperti ini? Tuhan, apa salahku? Beritahu
aku. Aku akan berusaha memperbaikinya.
Bruk!!!
“Awwww…”
aduhku.
Aku
jatuh tengkurap di tengah jalan. Tersandung apa ya aku tadi? Orang-orang
menertawakanku.
‘Memang
apa yang lucu dari musibah seseorang?’ umpatku dalam hati. Aku kesal sekaligus
malu ditertawakan oleh mereka. Aku merasakan ada cairan hangat yang keluar dari
hidungku. Aku menghapus cairan itu dengan tanganku.
“Huwaaaaaaaa……!!!”
Teriakku, shock melihat cairan merah kental yang ada di tanganku.
DARAH???!!!
Aku mimisan? Cairan itu terus keluar dari hidungku. Aku panik tapi tetap
berusaha menghentikannya dengan menutup hidungku. Aku tak tau harus bagaimana. Ini
pertama kalinya aku mimisan. Bagaimana ini???
Seseorang
menarik lengan kiriku. Aku pun mendongak menatapnya.
“Berdiri.
Kamu tidak malu terus-terusan duduk di tengah jalan begini?” Ucapnya sambil
menarik lenganku hingga aku berdiri.
Aku
dibawa pergi dari sana. Siapa dia? Entah kenapa, walaupun aku tak kenal, tapi
aku tak kuasa menolak dibawa pergi olehnya. Aku tak tahu kenapa? Mungkin karena
aku baru patah hati, jadi butuh seseorang untuk menemaniku. Aku terus menutup
hidungku yang masih mimisan. Sekarang darahnya sudah tidak keluar banyak lagi
seperti tadi. Sembari jalan, aku memperhatikan orang yang membawaku ini. Sebenarnya
mau dibawa kemana aku ini? Dari tadi hanya berjalan saja. Aku terus
memperhatikannya. Badannya tinggi juga. Tapi menurutku dia sedikit aneh. Matahari
sangat terik sekarang. Tapi dia malah memakai jaket tebal dan sebuah syal yang
bergelantungan dilehernya.
Apa
dia gak kepanasan ya? Heran juga aku melihatnya. Hehehe.
Kami
melewati taman yang banyak bunganya *yaiyalah, masak banyak binatangnya? ^^v*
Di tengah taman ada lapangan basket.
‘Taman
yang indah, tapi terlalu sepi untuk taman sebesar ini.’ Batinku
“Duduklah
disini,” katanya tiba-tiba.
Aku
langsung duduk karena memang aku sudah lelah terus-terusan mendapat masalah di
tambah lagi berjalan kaki yang lumayan jauh barusan (?). dia merogoh sakunya,
mengambil sebuah saputangan lalu diberikan padaku.
“Pakailah,
untuk menahan darah yang keluar,” ucapnya.
Akupun
menerimanya dan segera ku tutupkan ke hidungku. Kalau di lihat-lihat, dia
lumayan tampan. Sayangnya dia memakai kaca mata hitam, sehingga aku tidak tau
bagaimana matanya. Aku berpikir sejenak, jangan-jangan dia vampire? Habis dia
pakai baju yang tebal dan tertutup rapat begitu. Apalagi dia menarikku yang
sedang mimisan. Mungkin dia tergiur dengan bau darahku. Hahaha. *plak*
Mana
mungkin… tapi kalau seandainya benar? Aku terdiam. Berhenti berpikir yang
tidak-tidak.
“Tunggulah
disini sebentar, aku akan membelikan minuman untukmu.” Ujarnya.
Kemudian
dia berlari ke minimarket di seberang jalan. Aku terkejut dengan tindakannya
yang tiba-tiba itu.
“Oppa,
tidak perlu. Aku tidak mau merepotkan.” Teriakku padanya. Namun dia terus berlari.
Sepertinya dia tidak mendengar teriakanku.
Hah,
ya sudahlah. Akupun memutuskan untuk menunggunya sambil membaca novel Harry
Potter *darimana nih buku ya?* yang belum selesai ku baca. Darah yang mengalir
dari hidungku sudah berhenti. Sapu tangannya telah penuh dengan darahku. Mungkin
aku akan membelikannya saputangan yang baru. Keadaan saputangannya sudah tidak
layak. Aku memperhatikan minimarket di seberang, ‘lama sekali. Ngapain aja sih
dia?’ batinku.
Ah,
baru juga diomongin tidak keluar-keluar, dia sudah berlar-lari ke arahku dengan
menenteng (?) sekantong tas plastic besar yang isinya penuh. Apa saja yang di
beli?
“Mian
lama,” ucapnya sambil tersenyum meskipun ngos-ngosan. *bayangin gummy
smilenya.. ^^*
Aku
menggelengkan kepalaku.
“Gwenchanayo
oppa..” sahutku sambil tersenyum.
“Aku
belikan susu. Tapi, karena aku tidak tau kamu suka yang mana, jadi aku beli
semuanya,” ujarnya sambil membuka lebih lebar tas itu. Aku menunduk melihat isi
tas itu. Mulai dari banana milk, strawberry milk *ini siy favoritnya si
kunyuk.. ^^* , melon milk, choco milk, vanilla milk, coffee milk dan masih
banyak yang lainnya. Kalau kusebutkan satu persatu, bisa-bisa sepanjang
membahas skripsi.
“Banyaknya……
Mau di jual lagi ya oppa?” tanyaku bercanda. Dia hanya tersenyum. ‘manis’
batinku. J
“Kau
memanggilku ‘oppa’?” dia balik bertanya.
“Kau
terlihat lebih tua dariku. Jadi aku memanggilmu oppa. Kau tidak suka, atau
ternyata kamu lebih muda dariku?” ucapku.
“Berapa
umurmu?” tanyanya.
“22
tahun,” jawabku langsung.
“Hm,
kamu memang harus memanggilku oppa,” ujarnya sambil menunjukkan gummy smile
nya.
“Arraso
oppa,” jawabku, tersenyum.
Drrrttt…
Drrrttt…
Suara
getar hp. Sepertinya bukan punyaku. Karena dari tadi hp ku mati. Dia mengambil
hp dari saku celananya. Dia agak menjauh saat menerima teleponnya. Tak lama
pembicaraan pun selesai.
“Oppa,
kembali saja kalau oppa sibuk,” kataku saat dia sudah ada di hadapanku.
“Ne,
hajiman, aku akan menyelesaikanmu dulu,” ucapnya.
Mwo?
Maksudnya?
Dia
tiba-tiba berlutut di depanku. Hal itu sukses membuatku salah tingkah *GR
banget ya? #plakk* Lalu dia membersihkan kakiku yang lecet saat jatuh tadi
dengan air putih yang dibelinya. Kemudian dia mengambil obat merah dan plester
dari kantong plastik. Di oleskannya obat merah itu ke kakiku lalu ditempelkannya
plester ke lukaku.
Dia
melihatku, lalu tersenyum.
“Kenapa
wajahmu memerah seperti udang rebus gitu?” ujarnya sambil tertawa kecil dan
mencolek pipiku.
Eh?
Wajahku memerah? Aku tidak sadar. Ya, mau bagaimana lagi. Aku malu diperlakukan
seperti itu.
“Gomawo
oppa,” kataku
“Gwenchanayo.
Lain kali lihat langkahmu, jangan sampai jatuh lagi,” ujarnya sambil
mengacak-acak rambutku.
“Ne
oppa,”
“Aku
harus kembali. Hati-hatilah pulangnya dan jangan lupa susunya diminum. Annyeong,”
pamitnya sambil tersenyum.
Aku
mengangguk. Kemudian dia berjalan meninggalkanku. Oh ya, aku lupa belum
menanyakan namanya. Pabo!!!
“Oppa,
siapa namamu?” teriakku padanya yang sudah berjalan agak jauh.
Dia
menoleh mendengar panggilanku.
“Lee
HyukJae,” jawabnya sambil melambaikan tangan padaku.
Aku
tersenyum membalas lambaian tangannya. Lee Hyuk Jae? Aku seperti pernah
mendengar namanya. Tapi dimana ya? Entahlah aku pikir nanti saja. Akupun
berjalan pulang dengan perasaan senang. Sakit hati yang tadipun terlupakan.
“Lee
Hyuk Jae,” gumamku. J
-To
Be Continue-
Note:
Pliz… pliz… pliz komen ya… Aku pengen bikin FF sendiri juga soalnya. Hehehehe…
^^v
Gamsahamnida…
:*
-Kim Jae Yi-
Langganan:
Postingan (Atom)
















































