Author: Renz
Tittle: My Love My Kiss My Heart Part. 2
Kategori: Gado-Gado
Cast:
- Sandy as Kim Jae Yi
- Eunhyuk as Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk Suju
Note:
Hahaha, part 1 kemarin belum ada yang baca ya? Hiks... T.T
Yaudahlah gapapa... :)
Happy Reading^^
- Kim Jae Yi POV –
Hari ini sudah 2 minggu sejak kejadian menyebalkan itu terjadi. Terkadang aku masih memikirkan, kenapa aku bisa begitu sial? Bukan hanya karena kejadian di café itu, tapi juga kejadian setelah keluar dari café. Huft, aku ingin sekali melupakannya. Tapi ternyata, kesialanku bukan hanya terjadi hari itu.
Saat ini aku sedang memandang langit dengan mata menerawang, berdoa dalam hati pada Tuhan. ‘Tuhan, bila ini memang sudah waktunya aku Engkau jemput tuk berada disisiMu lagi (aigo~), ku hanya minta satu permintaan padaMu.
“TOLONG JANGAN BIARKAN TUBUHKU HANCURRRRR!!!” Teriakku histeris.
Aku memang gadis dengan kehidupan yang biasa-biasa saja. Tapi entah kenapa akhir-akhir ini aku mendapat kejadian luar biasa terus-menerus? Contohnya sekarang, tanpa sadar aku sudah berada di kandang buaya ditemani 7 ekor buaya. Padahal aku hanya ingin jalan-jalan ke kebun binatang cari referensi soal untuk murid-muridku (sejak kapan aq jadi guru?Authornya bikin bingung -_- #plakkk). Saat aku melihat-lihat kandang buaya dan memotret mereka layaknya wartawan, ada seseorang yang tidak sengaja menyenggol badanku sehingga aku jatuh dengan anggunnya (?) ke dalam kandang ini.
“Tenang agaeshi, kami akan menolongmu. Mereka tidak akan menggigit. Mereka sudah jinak dan sudah makan,” teriak para petugas dari atas, tempat para pengunjung ’menonton’ku.
Terserahlah, yang penting cepat keluarkan aku dari sini.
Tapi benar kata para petugas itu. Buaya-buaya itu tidak menyerangku, malah asyik-asyikan berjemur menikmati hangatnya sinar mentari.kehadiranku yang tiba-tiba, tidak di anggap sama sekali oleh mereka (baguslah~). Bahkan, ada yang buang muka saat aku melihatnya (sombong bener~). Grrrrr… baru jadi buaya kok sok-sok an gitu tingkahnya (buaya: emang kita cuman buaya, pabo~!). aku dibuat kesal oleh buaya-buaya yang tidak tau kedudukan itu (yak, authornya korslet -_-)
Tiga orang petugas memasuki kandang buaya dengan pakaian lengkap. ‘HEH? KATANYA BUAYANYA JINAK, GAK BAKAL NYERANG? TAPI KOK KALIAN BERPAKAIAN PERANG SEPERTI ITU?’ jeritku dalam hati.
“Agaeshi kemarilah pelan-pelan,” kata salah seorang dari mereka. Bahkan para petugas itu hanya berada di muka pintu kandang tanpa berani masuk. Grrrr, nggak binatangnya, nggak manusianya, tingkahnya menyebalkan semua. Niat menolong apa tidak sih mereka itu?
SEBEEELLLLL!!!!!!
Aku berjalan kearah pintu kandang dengan mood yang hancur berantakan. Kau tau bagaimana perasaanku saat ini? Kau tau perasaan ingin membunuh orang? Ya begitulah yang kurasakan. Aku keluar dari kandang buaya diselimuti awan hitam di belakangku (?).
“A..agaeshi, apakah anda baik-baik saja?” tanya salah seorang petugas dengan terbata-bata. Aku melirik tajam ke arahnya.
“KAU TANYA APA AKU BAIK-BAIK SAJA? APA KAU BODOH? JATUH DARI TEMPAT SETINGGI ITU, APA AKU TERLIHAT BAIK-BAIK SAJA???” ledakan teriakku yang mungkin mampu untuk memecahkan jendela sekampung (lebay~ #plak).
“Hiiiiyyyy… Jwaesonghamnida agaeshi…” kata mereka ketakutan.
Aku hanya mendengus kesal dan segera meninggalkan orang-orang yang sedikit pabo itu. Pantas saja buaya-buaya itu punya sifat sombong. Kelakuan petugasnya menyebalkan. Mana badannya bau, pengecut pula. Aigo~
Aku menghela nafas panjang untuk sedikit melegakan dadaku yang rasanya sudah mendidih (?). Aku berjalan ke arah pintu keluar dengan pakaian basah dan berlumpur. Hampir setiap orang memandangiku seakan-akan aku adalah artis hollywoood yang kesasar. Tapi aku tidak memperdulikan mereka.
Aku segera meluncur ke toko baju yang tak jauh dari sana. Para pengunjung dan SPG disana terheran-heran melihat penampilanku. Untung saja toko baju ini langgananku. Kalau tidak, aku pasti sudah di tendang dari sini karena di kira gembel pengen eksis.
“Park eonnie, tolong bantu aku,” kataku saat melihat SPG yang ku kenal. Yeoja cantik bertubuh langsing itu segera berlari ke arahku.
“Agaeshi, silahkan kamar mandinya di sebelah sini. Saya akan mengambilkan pakaian sesuai selera anda,” ucapnya ramah dengan wajah khawatir padaku.
Akupun segera menuju kamar mandi, tak tahan dengan kotoran yang lengket ini. Setelah beberapa decade (me:woyyy kelamaan dodol! , author:hehehe ^^v) eh, maksudnya beberapa menit bertapa di dalam kamar mandi, akupun keluar dengan baju baru (kapan ngasihnya? , reader: woy berisik!!!) dari toko ini. Park eonnie yang sedari tadi membantu dan menungguku terlihat sumringah saat aku menampakkan (?) diriku seperti semula.
“Selamat datang kembali ke dunia nyata, agaeshi,” ucapnya senang.
“Kau mengejekku ya?” kataku dengan memasang wajah kesal yang kubuat-buat. Yeoja cantik itu hanya tersenyum melihat ekspresiku.
“Tagihannya masukkan rekeningku saja eonnie. Baju kotor itu tolong di laundry lalu kirim ke apartemenku,” tambahku. Yeoja itu mengangguk mengerti.
“Hati-hati di jalan agaeshi. Jangan berpenampilan seperti itu lagi ya,” ucapnya saat mengantarku ke depan toko. Aku memandang kesal ke arahnya, tapi yeoja itu hanya membalasnya dengan tersenyum.
Aku memeriksa tasku (author:sejak kapan bawa tas, eon? , me:ye kenapa nanya gue?) dan memeriksa barang-barangku yang mungkin masih bisa di selamatkan. Tapi ternyata nihil. Handphone, tewas. Tak ada reaksi sama sekali. Kamera? Mungkin aku bakal di cincang sama sepupuku karena kameranya telah almarhum (minta beliin tetem aja yg baru ^^v). selain itu, tidak ada barang berharga lainnya. Aku hanya membawa dompetku dan menyerahkan sisanya pada Park eonnie.
Aku keluar dari toko dengan senyum manis. Baju, ok. Rambut, wangi. Dandanan, sempurna.
CRAAASSSSS!!!
Aku terdiam mematung di depan toko. Perlahan aku menunduk melihat bajuku. Uugghhh…
“BRENGSEK! MOBIL SIALAN!! GAK PERNAH SEKOLAH, HAH? AWAS KALAU KETEMU, KU CINCANG KAU!!!” omelku mengutuki mobil sialan itu.
Baru saja aku ganti baju, baru saja mau melangkah meninggalkan toko, mobil brengsek itu sudah menodai baju baruku dengan genangan air yang di lewatinya. Huwaaaaa…… Apa salahku? Kenapa hari ini aku sial terus? :’(
“TUHAN, JANGAN PERMAINKAN AKU!” teriakku histeris.
Klek! Suara pintu di buka. Aku menoleh.
“Agaeshi, mari masuk lagi,” kata Park eonnie dengan wajah khawatir. Hah~ aku menghela nafas lagi. Dengan langkah lunglai aku pun kembali ke dalam toko.
“HAHAHAHAHAHAHAHAHA……” seorang namja tertawa keras saat aku masuk ke dalam toko. Namja itu mendekatiku tetap dengan wajahnya yang merah karena tertawa. Aku kesal melihat wajahnya yang seperti mengejekku itu.
“Lee HyukJae~ssi jangan tertawakan Jae Yi agaeshi seperti itu,” kata Park eonnie pada namja itu.
Apa katanya? Lee HyukJae? Entah kenapa aku seperti mengenal nama itu. Namja itupun tersenyum sambil memamerkan deretan gigi atasnya.
“Sudah 2 minggu sejak pertemuan pertama kita. Bagaimana kabarmu?” katanya sambil mengulurkan tangan. ‘Ihhh SKSD banget sih nih orang,’ pikirku.
Aku melihat badanku sekali lagi. Buruk. Tapi, kok ada ya namja yang ngerayu aku dengan keadaanku yang hancur begini? Ya memang sih wajahku cantik (author muntah , me:heh yg sopan ma eonnimu!). Tapi namja yang suka ngerayu itu kan kebanyakan playboy *authornya minta diuleg nih >:-(*
“Nuguseyo?” tanyaku padanya. Aku tidak pernah merasa bertemu dengannya, apalagi sampai berkenalan.
“Kamu lupa? Aish~ Ya sudahlah itu tidak penting. Yang penting, gantilah dulu penampilanmu. Setelah itu kita akan berkenalan lagi,” katanya sambil tersenyum lebar dan menampilkan (?) deretan gigi atasnya padaku. Huaaa silau…… *di bakar jewels*
“Ne, annyeong oppa,” kataku sambil setengah membungkuk. Dia terlihat sedikit lebih tua dariku. Jadi sepertinya tidak masalah dia ku panggil oppa.
Kemudian akupun pergi ke kamar mandi lagi. Namja itu masih ada di toko saat aku selesei ganti baju. Dia terlihat memainkan hpnya.
“Eonnie, eonnie kenal dengan namja yang tadi menyapaku?” tanyaku pada yeoja cantik yang sedang membantu menyisir rambutku dengan berbisik. Yeoja itu kemudian melirik namja yang ku maksud.
“Lee HyukJae~ssi maksud anda?” tanya yeoja itu sambil berbisik juga. Aku mengangguk.
“MWO??? ANDA TIDAK KENAL DENGAN LEE HYUKJAE? AGAESHI NDESO!” teriaknya tepat di telingaku.
“WOY GAK USAH ALAY GITU NAPA?” akupun membalas teriakannya dengan tidak kalah kerasnya. Akupun jadi menyesal telah bertanya padanya. Aku baru ingat kalo yeoja ini agak sedikit alay. -_-
“Hehe, mianhamnida agaeshi, tadi saya terbawa emosi,” katanya sambil senyum-senyum gak jelas.
“Ada apa? Kenapa kalian teriak-teriak?” tanya namja itu mengagetkanku. Sejak kapan dia ada di belakangku? Aku hanya menggeleng sambil berbisik ‘aniyo’ pelan entah dia mendengarnya atau tidak, menanggapi pertanyaannya. Sepertinya dia mendengarnya, karena dia tersenyum tak lama setelah aku mengucapnya.
“Tolong masukkan tagihan bajunya ke rekeningku,” ucapnya pada Park eonnie.
Namja itu kemudian menarik lenganku. Lho? Lho? Penculikan!
“Selamat bersenang-senang,” ucap Park eonnie yang masih sempat ku dengar. Aku menoleh untuk melihat ke tempat Park eonnie, tepat saat dia melambaikan tangannya melepas kepergian kami.
Apa-apaan ini? Lee Hyuk Jae segera meluncurkan mobilnya meninggalkan toko. Aku mau dibawa kemana sama namja ini?
-To Be Continue-
Hwaaa, judul ma isinya ga nyambung ya? Bikin judulnya dadakan siy kemarin pas ngepos yang part 1.. Jadinya belum nyambung.. Hehehehe..
Ntar pasti ada koq bagiannya antara judul n isi FFnya nyambung… Hehehehe..
Jangan lupa komen ya… Biar authornya makin rajin bikinnya… aku juga makin rajin ngetiknya… Hahahaha…
Oh ya, jeongmal mianhae ya kalo banyak typo... Mian juga kalo ada tampilan-tampilan yang sedikit menyiksa (?) mata readers...
Gomawo… *bow bareng Eunhyuk*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar