Super Junior Myeolchi ^^

Super Junior Myeolchi ^^
My Beloved Myeolchi ^^

Minggu, 04 Desember 2011

My Love My Kiss My Heart [Part. 3]


Author: Renz

Tittle: My Love My Kiss My Heart Part. 3

Kategori: Gado-Gado

Cast:
- Sandy as Kim Jae Yi
- Eunhyuk as Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk Suju

Note: Judulnya emang sengaja ambil dari judul lagunya Super Junior... Mungkin untuk sekarang, cerita ama judulnya belum nyambung, tapi nanti, cerita ini pasti bakalan nyambung... Hehehehehe... jadi tunggu sampe akhir ya... :)
Happy Reading... ^^ 
____________________________________________________________

Laut? Dimana ini? Jangan-jangan kenjeran (author minta digorok readers). Aku hanya memandang heran ke arah namja yang sedang asyik main air laut dengan kakinya. Kadang-kadang dia menuliskan namanya di pasir, setelah itu hilang tersapu ombak. Aku memperhatikannya dari dalam mobil.

Selama perjalanan tadi, dia sudah menceritakan soal bagaimana pertemuanku dengannya sebelum ini. Ya tidak heran kan kalau aku tak mengenalinya? Karena dia waktu itu berpakaian tertutup. Dia tidak menjawab saat aku tanya kenapa dia berpakaian tertutup waktu itu. Jadi akupun tidak menanyakannya lebih jauh. Itu kan privasinya. ^^

“HYUKKIE OPPA!” panggilku padanya. Namja itu menoleh kemudian berjalan ke arahku.

“Ada apa Jae yi~ah?” tanyanya polos. (Ni orang beneran polos ato gimana siy?)

“Oppa, bisakah kau jelaskan kenapa kau membawaku kemari?” tanyaku.

“Kenapa ya? Hm, karena aku ingin bermain tapi gak ada temannya. Kebetulan ketemu kamu. Jadinya ya, main sama kamu aja dari pada sendirian,” jawabnya sambil tersenyum.

‘Oh manis banget dia kalau senyum,’ kataku dalam hati.

“Oh ya Jae yi~ah, kau tidak mau main air?” tanyanya. Aku menggeleng cepat menolak tawarannya.

“Sebentar lagi hujan oppa. Awan sudah hitam. Ayo kita pulang saja,” pintaku sambil memeluk diriku sendiri karena udara yang semakin dingin.

‘Nan paboya! Kenapa tadi tak membeli jaket juga? Dingin~,’ rutukku dalam hati.

Namja itu memperhatikan langit yang gelap karena mendung. Anginpun mulai bertiup kencang.

“Aku mau main sebentar lagi. Jae yi~ah, aku mohon. Boleh ya?” Rayunya padaku.

Ada apa dengannya? Mungkin dia sedang ada masalah. Tapi, bagaimana ini? Langitnya terlihat menakutkan. Hah~ aku menghela nafas panjang.

“Hm, baiklah. Cepatlah bereskan hatimu oppa, aku ingin segera pulang,” jawabku.

“Gomawo Jae yi~,” ucapnya dengan wajah berseri-seri sambil mengacak-acak rambutku pelan.

Hyukkie oppa kemudian berlari ke arah pantai lagi. Sebenarnya kau juga mau main di pantai. Tapi udaranya terlalu dingin. Aku tidak tahan.

Karena sedikit bosan, akupun menyalakan radio mobil dan membesarkan volumenya sedikit. Ah~ aku suka lagu ini, Miinah atau Bonamana. Penyanyinya adalah Super Junior. Tapi aku tidak tau wajah membernya. Wajar aja sih. Karena aku dari pagi mengajar, karena aku adalah guru di salah satu High School di Seoul. Setelah pulang pun, aku langsung memeriksa tugas atau membuat soal essay murid-muridku sampai malam. Aku tau lagu ini pun karena hampir setiap pagi di putar adik sepupuku sampai akhirnya akupun jatuh cinta sama lagu ini.

Tik.. Tik.. Gratak.. Gratak.. Gratak.. (suara apaan nih? Aneh bener -_-)

Ada suara benda berjatuhan di atap mobil. Aku memandang keluar.
Omo~ hujan… Deras banget lagi… Aku menurunkan kaca mobil dan melihat sosok Hyukkie oppa masih ada di pantai.

“OPPA, CEPAT MASUK!!!” teriakku pada Hyukkie oppa yang sedang berdiri mematung di tengah hujan. Aish~ kenapa dia? Aku memanggilnya berkali-kali pun dia tetap tidak dihiraukannya. Kenapa dia mematung seperti itu di tengah hujan deras seperti ini?

Akupun mencari sesuatu yang bisa ku gunakan untuk melindungiku dari hujan. Aku harus menyeretnya masuk. Tapi tidak ku temukan apa-apa di mobil ini. Hanya jaket tebal yang tergeletak di bangku belakang. Segera ku sambar jaket itu dan kugunakan untuk melindungi kepala dan badanku. Aku berlari secepat mungkin ke arah namja yang membuatku repot itu *digampar jewels*.

“OPPAAAAA…” teriakku begitu aku dekat dengannya. Langsung aja aku menarik lengannya. 
Dia kaget melihatku. Tapi~

DEG! Jantungku serasa berhenti berdetak melihat sorot matanya. Baru kali ini aku melihat wajahnya teramat sedih seperti ini. Dia sedang menangis! Tapi air matanya disamarkan oleh air hujan.

“Jae Yi~ah,” panggilnya pelan namun mampu menyadarkan lamunanku.

“Hwaaa… paboya… Kenapa kamu keluar dari mobil?” teriaknya padaku. Wajahnya yang semula menyorotkan (?) kesedihan, kini berubah jadi kekhawatiran padaku.

Ish~ nih orang…

“Gara-gara siapa coba aku turun dari mobil dan hujan-hujanan seperti ini?” jawabku kesal. Namun Hyukkie oppa segera menarik lenganku dan membawaku kembali masuk ke dalam mobil.

~Di dalam mobil~

“Huwaaaa oppa, kenapa kamu membuka bajumu?” teriakku kaget saat dia bertelanjang dada (kapan buka bajunya ya? #plakk).

Omo~ (^,^(

“Mianhae Jae yi~ah, aku tak bisa menahannya. Bolehkah aku melakukannya sekarang?” katanya sambil menatapku.
(Wah readers, jangan yadong dulu. Ini bukan NC… Sebisa mungkin aku gak masukin unsur NC di FF ini. Ini authornya minta di cerai taemin nih.. -_-)

*back to story*

Tunggu dulu…

“MWOYA??? APA MAKSUDMU OPPA? TOLONG JELASKAN DENGAN SEJELAS-JELASNYA (apadeh -_-) PADAKU!!!” teriakku spontan.

“Aku cuma ingin ganti baju Jae yi~ah. Aku tidak nyaman kalau pakai baju basah, bolehkan?” tanyanya sambil tersenyum memohon.

Aish~ niy orang. Pasti wajahku sekarang udah kayak kepiting rebus deh.

“Ah… ooohhh… N..ne o..ppa…” jawabku sedikit tergagap.

Tapi syukurlah, ternyata aku Cuma salah paham saja. Aku tak menyangka, tubuhnya yang terlihat biasa dari luar itu ternyata sangat indah. Aku jadi ingin menyentuh kotak-kotak yang terpahat sempurna di perutnya itu (well, writer mimisan O.o ).

“Memang apa yang kamu pikirkan agaeshi?” tanyanya sambil menggodaku.

“A… aniyo oppa,” jawabku terbata-bata.

“Udah jujur saja, apa yang kamu pikirkan?” ucapnya lagi sambil tersenyum menggoda. Sedikit demi sedikit dia mendekatkan tubuhnya ke arahku. Akupun refleks mencoba menghindar. Tapi apalah daya, tubuhku sudah ada tidak bisa bergerak lagi karena terhalang oleh pintu mobil (nah loh, authornya lagi yadong nih -_-).

“Tidak ada oppa… Aku tidak berfikir apa-apa… Kecuali keinginan untuk menyentuh perutmu,” ucapku pelan.

Omo~ apa yang ku katakan barusan? Aish~ babo ya! Refleks aku menutup mulutku ketika aku sadar kalau aku keceplosan. Hyukkie oppa menatapku penuh arti.

“Wae… waeyo oppa? Ke.. kenapa oppa menatapku seperti itu?” tanyaku tergagap sambil berusaha mengalihkan mataku dari menatap matanya (kalimat apa ini? –-“). Dari ekor mataku, ku lihat dia tersenyum. Senyum yang entah sejak kapan, selalu berhasil memporak-porandakan detak jantungku.

“Aniyo Jae yi~ah. Aku hanya sedang memikirkan keinginanmu untuk menyentuh perutku. Apa kamu benar-benar ingin menyentuhnya? Tapi aku belum menyiapkan hati untuk itu,” ucapnya sambil menggodaku. Aku merasakan hembusan nafasnya di wajahku saat dia mendekatkan wajahnya ke arahku. Tentu saja itu tak membutuhkan waktu lama. Mengingat jarak tubuhnya yang sudah sangat dekat dengan tubuhku sebelum ini. Dia sukses! Wajahku terasa panas. Pasti sekarang wajahku sudah merah padam karena malu atas tindakannya ini. o.O

“YA! OPPAAA GEUMANHAE… GEUMANHAE!!! MIANHAE… JEBAL MENJAUHLAH OPPA… JEBAAALLLL!!!” teriakku panik saat semakin memperkecil jarak tubuhnya dengan tubuhku. Refleks aku menutup mataku dan mencoba menghentikan tindakannya dengan tanganku.

Eh??? Apa yang aku pegang ini? karena penasaran, akupun membuka sedikit mataku (ngintip maksudnya ;p). Mwo??? Da… DADAAAA??? HYAAAA…… Aku menjerit dalam hati. Astaghfirulloh~ dadanya keras dan abs nya benar-benar sempurna. Benar-benar indah.

“OPPA STOOOPPPP!!! Cepatlah pakai bajumu, jebal~” ujarku. Aku tak tahan di goda seperti ini terus. Nafasku saja sudah tak beraturan karena perlakuannya ini.

“Hahahahaha…” Tuh kan aku benar-benar digoda sama namja ini. Tapi, aku juga aneh. Walau aku menghentikan badannya yang mendekatiku, tapi aku tidak berusaha mendorongnya menjauhiku. Aku merasa sedikit nyaman dengan suasana akrab ini. J

Dia kembali duduk tenang di kursinya, lalu menatapku sambil tersenyum.

“Mworago?” tanyaku.

“Jae yi~ah, tolong ambilkan bajuku yang ada di kursi belakang. Nanti kamu aku bolehin pegang perutku deh,” ucapnya masih dengan senyum-senyum (oppa gila ya? #plakkk)

“Gak perlu!!!” jawabku kesal smabil mengambil tasnya yang ada di kursi belakang. Setelah dapat, akupun melempar tas itu ke depan tanpa melihat (?) dan ternyata, tas itu tepat mengenai kepalanya. (mian oppa.. ^^v)

“Ih, Jae yi suka main kasar ya?” katanya dengan nada menggoda. Aku cuma manyun mendengar kata-katanya itu.

Hyukkie oppa melempar kaos dan celana training yang dia ambil dari dalam tasnya, yang tadi aku lempar dan mengenai kepalanya.

“Gantilah bajumu. Kamu basah kuyup begitu, pasti gak nyaman kan? Aku juga gak mau kamu sakit gara-gara ulahku,” ucapnya. Aku memperhatikan dia yang sudah mengganti bajunya yang basah dnegan kaos yang menempel tepat di badannya. Setelah selesei ganti baju, Hyukkie oppa menoleh kearahku.

“Kamu belum ganti baju?” tanyanya.

“Ish oppa~ mana mungkin aku bisa ganti baju kalau ada namja di depanku,” jawabku.

Hyukkie oppa terdiam sambil memperhatikanku. Kemudian dia mulai mengaduk-aduk lagi isi tasnya, lalu mengambil sebuah sapu tangan dan diikatkannya menutupi matanya.

“Aku sudah tidak bisa melihat sekarang. Kamu bisa ganti bajumu,” katanya sambil membalikkan badannya menghadap ke depan mobil. Aku tersenyum melihat tingkahnya. Aku tidak menyangka kalau dia bisa menghormati yeoja. Jujur aku terharu. J

Segera aku mengganti bajuku yang basah dengan kaos berwarna biru dan celana training hitam. Untung saja kaosnya berlengan pendek. Kalau lengannya panjang, pasti lenganku sudah hilang di telan kaosnya (lebay, hahahaha…). Tapi celananya terlalu besar dan panjang. Aku sampai harus menggulungnya hingga ke betis agar bisa berjalan dengan mudah. 

Aku kembali ke bangku depan di sebelah Hyukkie oppa.

“Aku sudah selesai ganti baju oppa,” kataku sambil melihat wajahnya. Hyukkie oppa sedikit terkejut saat ku panggil secara tiba-tiba. Kemudian, diapun melepas sapu tangan yang menutupi matanya lalu melemparkannya ke jok belakang. Dia melihat ke arahku dan tersenyum. Aku merasakan wajahku memanas saat melihat senyumnya. Aigo~

Aku memalingkan wajahku dari wajahnya. Ish, aku ini kenapa sih? Selalu saja, jantungku berdetak cepat saat aku melihat senyumnya. Apa dia mau membunuhku dengan senyumannya itu? Bagaimana kalau Hyukkie oppa mendengarnya? Aku bisa semakin malu karenanya.

“Jae yi~ah, dimana apartemenmu? Aku akan mengantarkanmu pulang,” tanyanya padaku.

“Mwo? Jeongmal yo?” tanyaku padanya untuk memastikan. (well sebenernya di bagian ini, harusnya rada lebay kalo berdasarkan yang di tulis author. Tapi karena aku yang ngetik, jadi aku edit deh… Hehehehe…)

“Ne, eodiya?” tanyanya sambil tersenyum. ‘Ish, lagi-lagi dia tersenyum,’ batinku.

Akupun memberi tahu alamat apartemenku dan menunjukkan jalan padanya.

-To Be Continue-

Hwahahahaha… Part ini endingnya geje bener dah… Gantung juga ya? Hehehehe peace deh ^^v
Eh iya, yang part 1 gak bisa di buka ya? Aku coba repost aja deh ya… nanti kalo masih belum bisa dibuka juga, silahkan lapor ke saya… Hehehehehe… ;)
Komen ya komen… 
Gomawo… *bow*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar