Super Junior Myeolchi ^^

Super Junior Myeolchi ^^
My Beloved Myeolchi ^^

Senin, 14 November 2011

My Love My Kiss My Heart [Part. 2]


Author: Renz
Tittle: My Love My Kiss My Heart Part. 2
Kategori: Gado-Gado
Cast:
- Sandy as Kim Jae Yi
- Eunhyuk as Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk Suju
Note:
Hahaha, part 1 kemarin belum ada yang baca ya? Hiks... T.T
Yaudahlah gapapa... :)
Happy Reading^^
- Kim Jae Yi POV –
Hari ini sudah 2 minggu sejak kejadian menyebalkan itu terjadi. Terkadang aku masih memikirkan, kenapa aku bisa begitu sial? Bukan hanya karena kejadian di café itu, tapi juga kejadian setelah keluar dari café. Huft, aku ingin sekali melupakannya. Tapi ternyata, kesialanku bukan hanya terjadi hari itu.
Saat ini aku sedang memandang langit dengan mata menerawang, berdoa dalam hati pada Tuhan. ‘Tuhan, bila ini memang sudah waktunya aku Engkau jemput tuk berada disisiMu lagi (aigo~), ku hanya minta satu permintaan padaMu.
TOLONG JANGAN BIARKAN TUBUHKU HANCURRRRR!!!” Teriakku histeris.
Aku memang gadis dengan kehidupan yang biasa-biasa saja. Tapi entah kenapa akhir-akhir ini aku mendapat kejadian luar biasa terus-menerus? Contohnya sekarang, tanpa sadar aku sudah berada di kandang buaya ditemani 7 ekor buaya. Padahal aku hanya ingin jalan-jalan ke kebun binatang cari referensi soal untuk murid-muridku (sejak kapan aq jadi guru?Authornya bikin bingung -_- #plakkk). Saat aku melihat-lihat kandang buaya dan memotret mereka layaknya wartawan, ada seseorang yang tidak sengaja menyenggol badanku sehingga aku jatuh dengan anggunnya (?) ke dalam kandang ini.
Tenang agaeshi, kami akan menolongmu. Mereka tidak akan menggigit. Mereka sudah jinak dan sudah makan,” teriak para petugas dari atas, tempat para pengunjung ’menonton’ku.
Terserahlah, yang penting cepat keluarkan aku dari sini.
Tapi benar kata para petugas itu. Buaya-buaya itu tidak menyerangku, malah asyik-asyikan berjemur menikmati hangatnya sinar mentari.kehadiranku yang tiba-tiba, tidak di anggap sama sekali oleh mereka (baguslah~). Bahkan, ada yang buang muka saat aku melihatnya (sombong bener~). Grrrrr… baru jadi buaya kok sok-sok an gitu tingkahnya (buaya: emang kita cuman buaya, pabo~!). aku dibuat kesal oleh buaya-buaya yang tidak tau kedudukan itu (yak, authornya korslet -_-)
Tiga orang petugas memasuki kandang buaya dengan pakaian lengkap. ‘HEH? KATANYA BUAYANYA JINAK, GAK BAKAL NYERANG? TAPI KOK KALIAN BERPAKAIAN PERANG SEPERTI ITU?’ jeritku dalam hati.
Agaeshi kemarilah pelan-pelan,” kata salah seorang dari mereka. Bahkan para petugas itu hanya berada di muka pintu kandang tanpa berani masuk. Grrrr, nggak binatangnya, nggak manusianya, tingkahnya menyebalkan semua. Niat menolong apa tidak sih mereka itu?
SEBEEELLLLL!!!!!!
 Aku berjalan kearah pintu kandang dengan mood yang hancur berantakan. Kau tau bagaimana perasaanku saat ini? Kau tau perasaan ingin membunuh orang? Ya begitulah yang kurasakan. Aku keluar dari kandang buaya diselimuti awan hitam di belakangku (?).
A..agaeshi, apakah anda baik-baik saja?” tanya salah seorang petugas dengan terbata-bata. Aku melirik tajam ke arahnya.
KAU TANYA APA AKU BAIK-BAIK SAJA? APA KAU BODOH? JATUH DARI TEMPAT SETINGGI ITU, APA AKU TERLIHAT BAIK-BAIK SAJA???” ledakan teriakku yang mungkin mampu untuk memecahkan jendela sekampung (lebay~ #plak).
Hiiiiyyyy… Jwaesonghamnida agaeshi…” kata mereka ketakutan.
Aku hanya mendengus kesal dan segera meninggalkan orang-orang yang sedikit pabo itu. Pantas saja buaya-buaya itu punya sifat sombong. Kelakuan petugasnya menyebalkan. Mana badannya bau, pengecut pula. Aigo~
Aku menghela nafas panjang untuk sedikit melegakan dadaku yang rasanya sudah mendidih (?). Aku berjalan ke arah pintu keluar dengan pakaian basah dan berlumpur. Hampir setiap orang memandangiku seakan-akan aku adalah artis hollywoood yang kesasar. Tapi aku tidak memperdulikan mereka.
Aku segera meluncur ke toko baju yang tak jauh dari sana. Para pengunjung dan SPG disana terheran-heran melihat penampilanku. Untung saja toko baju ini langgananku. Kalau tidak, aku pasti sudah di tendang dari sini karena di kira gembel pengen eksis.
Park eonnie, tolong bantu aku,” kataku saat melihat SPG yang ku kenal. Yeoja cantik bertubuh langsing itu segera berlari ke arahku.
Agaeshi, silahkan kamar mandinya di sebelah sini. Saya akan mengambilkan pakaian sesuai selera anda,” ucapnya ramah dengan wajah khawatir padaku.
Akupun segera menuju kamar mandi, tak tahan dengan kotoran yang lengket ini. Setelah beberapa decade (me:woyyy kelamaan dodol! , author:hehehe ^^v) eh, maksudnya beberapa menit bertapa di dalam kamar mandi, akupun keluar dengan baju baru (kapan ngasihnya? , reader: woy berisik!!!) dari toko ini. Park eonnie yang sedari tadi membantu dan menungguku terlihat sumringah saat aku menampakkan (?) diriku seperti semula.
Selamat datang kembali ke dunia nyata, agaeshi,” ucapnya senang.
Kau mengejekku ya?” kataku dengan memasang wajah kesal yang kubuat-buat. Yeoja cantik itu hanya tersenyum melihat ekspresiku.
Tagihannya masukkan rekeningku saja eonnie. Baju kotor itu tolong di laundry lalu kirim ke apartemenku,” tambahku. Yeoja itu mengangguk mengerti.
Hati-hati di jalan agaeshi. Jangan berpenampilan seperti itu lagi ya,” ucapnya saat mengantarku ke depan toko. Aku memandang kesal ke arahnya, tapi yeoja itu hanya membalasnya dengan tersenyum.
Aku memeriksa tasku (author:sejak kapan bawa tas, eon? , me:ye kenapa nanya gue?) dan memeriksa barang-barangku yang mungkin masih bisa di selamatkan. Tapi ternyata nihil. Handphone, tewas. Tak ada reaksi sama sekali. Kamera? Mungkin aku bakal di cincang sama sepupuku karena kameranya telah almarhum (minta beliin tetem aja yg baru ^^v). selain itu, tidak ada barang berharga lainnya. Aku hanya membawa dompetku dan menyerahkan sisanya pada Park eonnie.
Aku keluar dari toko dengan senyum manis. Baju, ok. Rambut, wangi. Dandanan, sempurna.
CRAAASSSSS!!!
Aku terdiam mematung di depan toko. Perlahan aku menunduk melihat bajuku. Uugghhh…
BRENGSEK! MOBIL SIALAN!! GAK PERNAH SEKOLAH, HAH? AWAS KALAU KETEMU, KU CINCANG KAU!!!” omelku mengutuki mobil sialan itu.
Baru saja aku ganti baju, baru saja mau melangkah meninggalkan toko, mobil brengsek itu sudah menodai baju baruku dengan genangan air yang di lewatinya. Huwaaaaa…… Apa salahku? Kenapa hari ini aku sial terus? :’(
TUHAN, JANGAN PERMAINKAN AKU!” teriakku histeris.
Klek! Suara pintu di buka. Aku menoleh.
Agaeshi, mari masuk lagi,” kata Park eonnie dengan wajah khawatir. Hah~ aku menghela nafas lagi. Dengan langkah lunglai aku pun kembali ke dalam toko.
HAHAHAHAHAHAHAHAHA……” seorang namja tertawa keras saat aku masuk ke dalam toko. Namja itu mendekatiku tetap dengan wajahnya yang merah karena tertawa. Aku kesal melihat wajahnya yang seperti mengejekku itu.
Lee HyukJae~ssi jangan tertawakan Jae Yi agaeshi seperti itu,” kata Park eonnie pada namja itu.
Apa katanya? Lee HyukJae? Entah kenapa aku seperti mengenal nama itu. Namja itupun tersenyum sambil memamerkan deretan gigi atasnya.
Sudah 2 minggu sejak pertemuan pertama kita. Bagaimana kabarmu?” katanya sambil mengulurkan tangan. ‘Ihhh SKSD banget sih nih orang,’ pikirku.
Aku melihat badanku sekali lagi. Buruk. Tapi, kok ada ya namja yang ngerayu aku dengan keadaanku yang hancur begini? Ya memang sih wajahku cantik (author muntah , me:heh yg sopan ma eonnimu!). Tapi namja yang suka ngerayu itu kan kebanyakan playboy *authornya minta diuleg nih >:-(*
Nuguseyo?” tanyaku padanya. Aku tidak pernah merasa bertemu dengannya, apalagi sampai berkenalan.
Kamu lupa? Aish~ Ya sudahlah itu tidak penting. Yang penting, gantilah dulu penampilanmu. Setelah itu kita akan berkenalan lagi,” katanya sambil tersenyum lebar dan menampilkan (?) deretan gigi atasnya padaku. Huaaa silau…… *di bakar jewels*
Ne, annyeong oppa,” kataku sambil setengah membungkuk. Dia terlihat sedikit lebih tua dariku. Jadi sepertinya tidak masalah dia ku panggil oppa.
Kemudian akupun pergi ke kamar mandi lagi. Namja itu masih ada di toko saat aku selesei ganti baju. Dia terlihat memainkan hpnya.
Eonnie, eonnie kenal dengan namja yang tadi menyapaku?” tanyaku pada yeoja cantik yang sedang membantu menyisir rambutku dengan berbisik. Yeoja itu kemudian melirik namja yang ku maksud.
Lee HyukJae~ssi maksud anda?” tanya yeoja itu sambil berbisik juga. Aku mengangguk.
MWO??? ANDA TIDAK KENAL DENGAN LEE HYUKJAE? AGAESHI NDESO!” teriaknya tepat di telingaku.
WOY GAK USAH ALAY GITU NAPA?” akupun membalas teriakannya dengan tidak kalah kerasnya. Akupun jadi menyesal telah bertanya padanya. Aku baru ingat kalo yeoja ini agak sedikit alay. -_-
Hehe, mianhamnida agaeshi, tadi saya terbawa emosi,” katanya sambil senyum-senyum gak jelas.
Ada apa? Kenapa kalian teriak-teriak?” tanya namja itu mengagetkanku. Sejak kapan dia ada di belakangku? Aku hanya menggeleng sambil berbisik ‘aniyo’ pelan entah dia mendengarnya atau tidak, menanggapi pertanyaannya. Sepertinya dia mendengarnya, karena dia tersenyum tak lama setelah aku mengucapnya.
Tolong masukkan tagihan bajunya ke rekeningku,” ucapnya pada Park eonnie.
Namja itu kemudian menarik lenganku. Lho? Lho? Penculikan!
Selamat bersenang-senang,” ucap Park eonnie yang masih sempat ku dengar. Aku menoleh untuk melihat ke tempat Park eonnie, tepat saat dia melambaikan tangannya melepas kepergian kami.
Apa-apaan ini? Lee Hyuk Jae segera meluncurkan mobilnya meninggalkan toko. Aku mau dibawa kemana sama namja ini?
-To Be Continue-
Hwaaa, judul ma isinya ga nyambung ya? Bikin judulnya dadakan siy kemarin pas ngepos yang part 1.. Jadinya belum nyambung.. Hehehehe..
Ntar pasti ada koq bagiannya antara judul n isi FFnya nyambung… Hehehehe..
Jangan lupa komen ya… Biar authornya makin rajin bikinnya… aku juga makin rajin ngetiknya… Hahahaha…
Oh ya, jeongmal mianhae ya kalo banyak typo... Mian juga kalo ada tampilan-tampilan yang sedikit menyiksa (?) mata readers...
Gomawo… *bow bareng Eunhyuk*

Sabtu, 12 November 2011

My Love My Kiss My Heart [Part. 1]

Author: Renz
Tittle: My Love My Kiss My Heart Part. 1
Kategori: Gado-gado :p
Cast:
- Sandy as Kim Jae Yi
- Eunhyuk as Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk Suju
Note: Cerita di part ini di ambil dari sudut pandang seorang yeoja, Kim Jae Yi.
Fanfic ini adalah ff pesenanku ke adik sepupuku, Renz, yang cinta banget sama maknaenya SHINee, Lee Taemin, tapi mau aja bikini ff soal aku sama si Dancing Machine nya Suju.. Wkwkwkwkwkwk…
Tapi tetep, aku ikut andil dalam pengetikan… Hehehehe… ^^v
Gomawoyo Renz… :D
Oh ya, buat yang sudah sudi mampir ke blogku ini n baca ini FF, mohon komennya ya… Semua jenis komen n bashing di terima koq… Gamsahamnida… *bow bareng Eunhyuk* ^,^
Happy Reading all… ^^
- Kim Jae Yi POV –
Aku adalah Kim Jae Yi, seorang gadis dengan wajah yang lumayan cantik dan kehidupan yang biasa-biasa saja yang sekarang sedang mengalami sedikit kesialan. Saat ini, aku sedang berjalan-jalan di daerah myeondong untuk sekedar belanja baju untuk hadiah sepupuku yang di terima di sebuah perusahaan besar (harusnya aku yang di kasi hadiah -_-). Setelah selesai belanja, aku iseng mampir ke sebuah café karena aku sedang haus. Entah mimpi apa aku semalam, hingga aku harus mengalami kejadian ini.
@ café
Aku menyiramkan segelas minuman dingin yang ada di meja ke atas kepalanya. Air berwarna coklat yang lengket dan es batu, membasahi rambutnya, mengalir mengotori wajahnya. Wajahnya terlihat shock dengan seranganku yang tiba-tiba. Dia mendongak melihatku, aku semakin kesal setelah melihat matanya. Ingin ku congkel mata sipit yang tak merasa bersalah itu untuk kujadikan makanan anjing. Belum puas rasa kesalku, maka akupun menamparnya.
PLAKKK!!!
Suara tamparanku yang begitu keras mendarat sempurna di pipi kirinya. Pipinya jadi merah karena tamparanku. Semua orang di kafe memperhatikan kami. Pandangan mereka seakan tidak suka melihat ini. Aku tak peduli.aku tak memikirkan rasa malu saat ini. Aku hanya memikirkan bagaimana memuaskan rasa kesalku pada namja di depanku ini.
Sungguh hancur hatiku sekarang. Namjachingu yang ku sayang, yang ku percaya, segalanya bagiku, kini dia sedang berdua dengan seorang yeoja dan bercanda mesra. Dia berdiri, memandangku dingin. Aku sungguh sedih melihatnya memandangku seperti itu. Ingin menangis rasanya. Tapi, rasa kesal dan sakitku lebih besar dibanding keinginanku untuk menangis.
“Kau sudah puas? Sekarang pergilah, aku tak mau melihat wajahmu lagi!!!” akhirnya dia membuka suara.
Apa katanya tadi? Harusnya aku yang bilang seperti itu. Begitu dingin perkataannya padaku. Sudah tak ada lagi cinta di matanya untukku.
“Dasar SAMPAH!!!” umpatku kesal.
Ku mengangkat jari tengahku untuk menghina mereka. Akupun segera keluar. Tak tahan kalau tetap disana.
Aku berlari dan terus berlari tanpa memikirkan tujuan. Aku hanya mengikuti kemanapun kakiku membawaku berlari seperti orang gila. Pikiranku kacau. Air mataku mulai mengalir membentuk aliran sungai kecil di wajahku. Haha, padahal aku berusaha untuk menahannya. Tapi akhirnya, tetap saja tumpah.
Kenapa? Kenapa aku mengalaminya lagi? Tiga kali pacaran, tiga kali diselingkuhin, tiga kali pula patah hati. Arrrggghhh sial, sial, siaaaaaallllll!!!!!!!!!
Apa aku tak pantas mendapatkan cinta? Apa aku tak pantas bahagia? Apa yang kuperbuat hingga Tuhan menghukumku seperti ini? Tuhan, apa salahku? Beritahu aku. Aku akan berusaha memperbaikinya.
Bruk!!!
“Awwww…” aduhku.
Aku jatuh tengkurap di tengah jalan. Tersandung apa ya aku tadi? Orang-orang menertawakanku.
‘Memang apa yang lucu dari musibah seseorang?’ umpatku dalam hati. Aku kesal sekaligus malu ditertawakan oleh mereka. Aku merasakan ada cairan hangat yang keluar dari hidungku. Aku menghapus cairan itu dengan tanganku.
“Huwaaaaaaaa……!!!” Teriakku, shock melihat cairan merah kental yang ada di tanganku.
DARAH???!!! Aku mimisan? Cairan itu terus keluar dari hidungku. Aku panik tapi tetap berusaha menghentikannya dengan menutup hidungku. Aku tak tau harus bagaimana. Ini pertama kalinya aku mimisan. Bagaimana ini???
Seseorang menarik lengan kiriku. Aku pun mendongak menatapnya.
“Berdiri. Kamu tidak malu terus-terusan duduk di tengah jalan begini?” Ucapnya sambil menarik lenganku hingga aku berdiri.
Aku dibawa pergi dari sana. Siapa dia? Entah kenapa, walaupun aku tak kenal, tapi aku tak kuasa menolak dibawa pergi olehnya. Aku tak tahu kenapa? Mungkin karena aku baru patah hati, jadi butuh seseorang untuk menemaniku. Aku terus menutup hidungku yang masih mimisan. Sekarang darahnya sudah tidak keluar banyak lagi seperti tadi. Sembari jalan, aku memperhatikan orang yang membawaku ini. Sebenarnya mau dibawa kemana aku ini? Dari tadi hanya berjalan saja. Aku terus memperhatikannya. Badannya tinggi juga. Tapi menurutku dia sedikit aneh. Matahari sangat terik sekarang. Tapi dia malah memakai jaket tebal dan sebuah syal yang bergelantungan dilehernya.
Apa dia gak kepanasan ya? Heran juga aku melihatnya. Hehehe.
Kami melewati taman yang banyak bunganya *yaiyalah, masak banyak binatangnya? ^^v* Di tengah taman ada lapangan basket.
‘Taman yang indah, tapi terlalu sepi untuk taman sebesar ini.’ Batinku
“Duduklah disini,” katanya tiba-tiba.
Aku langsung duduk karena memang aku sudah lelah terus-terusan mendapat masalah di tambah lagi berjalan kaki yang lumayan jauh barusan (?). dia merogoh sakunya, mengambil sebuah saputangan lalu diberikan padaku.
“Pakailah, untuk menahan darah yang keluar,” ucapnya.
Akupun menerimanya dan segera ku tutupkan ke hidungku. Kalau di lihat-lihat, dia lumayan tampan. Sayangnya dia memakai kaca mata hitam, sehingga aku tidak tau bagaimana matanya. Aku berpikir sejenak, jangan-jangan dia vampire? Habis dia pakai baju yang tebal dan tertutup rapat begitu. Apalagi dia menarikku yang sedang mimisan. Mungkin dia tergiur dengan bau darahku. Hahaha. *plak*
Mana mungkin… tapi kalau seandainya benar? Aku terdiam. Berhenti berpikir yang tidak-tidak.
“Tunggulah disini sebentar, aku akan membelikan minuman untukmu.” Ujarnya.
Kemudian dia berlari ke minimarket di seberang jalan. Aku terkejut dengan tindakannya yang tiba-tiba itu.
“Oppa, tidak perlu. Aku tidak mau merepotkan.” Teriakku padanya. Namun dia terus berlari. Sepertinya dia tidak mendengar teriakanku.
Hah, ya sudahlah. Akupun memutuskan untuk menunggunya sambil membaca novel Harry Potter *darimana nih buku ya?* yang belum selesai ku baca. Darah yang mengalir dari hidungku sudah berhenti. Sapu tangannya telah penuh dengan darahku. Mungkin aku akan membelikannya saputangan yang baru. Keadaan saputangannya sudah tidak layak. Aku memperhatikan minimarket di seberang, ‘lama sekali. Ngapain aja sih dia?’ batinku.
Ah, baru juga diomongin tidak keluar-keluar, dia sudah berlar-lari ke arahku dengan menenteng (?) sekantong tas plastic besar yang isinya penuh. Apa saja yang di beli?
“Mian lama,” ucapnya sambil tersenyum meskipun ngos-ngosan. *bayangin gummy smilenya.. ^^*
Aku menggelengkan kepalaku.
“Gwenchanayo oppa..” sahutku sambil tersenyum.
“Aku belikan susu. Tapi, karena aku tidak tau kamu suka yang mana, jadi aku beli semuanya,” ujarnya sambil membuka lebih lebar tas itu. Aku menunduk melihat isi tas itu. Mulai dari banana milk, strawberry milk *ini siy favoritnya si kunyuk.. ^^* , melon milk, choco milk, vanilla milk, coffee milk dan masih banyak yang lainnya. Kalau kusebutkan satu persatu, bisa-bisa sepanjang membahas skripsi.
“Banyaknya…… Mau di jual lagi ya oppa?” tanyaku bercanda. Dia hanya tersenyum. ‘manis’ batinku. J
“Kau memanggilku ‘oppa’?” dia balik bertanya.
“Kau terlihat lebih tua dariku. Jadi aku memanggilmu oppa. Kau tidak suka, atau ternyata kamu lebih muda dariku?” ucapku.
“Berapa umurmu?” tanyanya.
“22 tahun,” jawabku langsung.
“Hm, kamu memang harus memanggilku oppa,” ujarnya sambil menunjukkan gummy smile nya.
“Arraso oppa,” jawabku, tersenyum.
Drrrttt… Drrrttt…
Suara getar hp. Sepertinya bukan punyaku. Karena dari tadi hp ku mati. Dia mengambil hp dari saku celananya. Dia agak menjauh saat menerima teleponnya. Tak lama pembicaraan pun selesai.
“Oppa, kembali saja kalau oppa sibuk,” kataku saat dia sudah ada di hadapanku.
“Ne, hajiman, aku akan menyelesaikanmu dulu,” ucapnya.
Mwo? Maksudnya?
Dia tiba-tiba berlutut di depanku. Hal itu sukses membuatku salah tingkah *GR banget ya? #plakk* Lalu dia membersihkan kakiku yang lecet saat jatuh tadi dengan air putih yang dibelinya. Kemudian dia mengambil obat merah dan plester dari kantong plastik. Di oleskannya obat merah itu ke kakiku lalu ditempelkannya plester ke lukaku.
Dia melihatku, lalu tersenyum.
“Kenapa wajahmu memerah seperti udang rebus gitu?” ujarnya sambil tertawa kecil dan mencolek pipiku.
Eh? Wajahku memerah? Aku tidak sadar. Ya, mau bagaimana lagi. Aku malu diperlakukan seperti itu.
“Gomawo oppa,” kataku
“Gwenchanayo. Lain kali lihat langkahmu, jangan sampai jatuh lagi,” ujarnya sambil mengacak-acak rambutku.
“Ne oppa,”
“Aku harus kembali. Hati-hatilah pulangnya dan jangan lupa susunya diminum. Annyeong,” pamitnya sambil tersenyum.
Aku mengangguk. Kemudian dia berjalan meninggalkanku. Oh ya, aku lupa belum menanyakan namanya. Pabo!!!
“Oppa, siapa namamu?” teriakku padanya yang sudah berjalan agak jauh.
Dia menoleh mendengar panggilanku.
“Lee HyukJae,” jawabnya sambil melambaikan tangan padaku.
Aku tersenyum membalas lambaian tangannya. Lee Hyuk Jae? Aku seperti pernah mendengar namanya. Tapi dimana ya? Entahlah aku pikir nanti saja. Akupun berjalan pulang dengan perasaan senang. Sakit hati yang tadipun terlupakan.
“Lee Hyuk Jae,” gumamku. J
-To Be Continue-
Note: Pliz… pliz… pliz komen ya… Aku pengen bikin FF sendiri juga soalnya. Hehehehe… ^^v
Gamsahamnida… :*
-Kim Jae Yi-